Sunday, August 19, 2018
Online Technical drawing services for welding workshops, lathe workshops & milling workshops
Thursday, August 16, 2018
Jasa pembuatan gambar teknik untuk bengkel las, bubut & milling [1]
Thursday, March 30, 2017
Dibutuhkan Mechanial Drafter Part time di Semarang
Dibutuhkan Mechanial Drafter Part time
- Diutamakan bisa SolidW*rks, minimal bisa AutoC*d.
- Memiliki nilai akademik yang baik.
- Teliti.
- Domisili Semarang, tempat kerja di daerah Ketileng.
- jam kerja 16.30 - 21.00.
- Fresh Graduate / mahasiswa / siswa SMK Teknik dipersilakan melamar.
silakan kirim lamaran ke email: agus.fikri@gmail.com
Friday, April 13, 2012
Friday, March 2, 2012
Acrylic Cabinet/Cases
Beberapa sifat fisik dari Acrylic (PMMA), density 1.18 g/cm, hardness 96 HRC, tensile strength 696 Kg/cm².
Penggunaan acrylic sheet antara lain: akuarium, peralatan rumah tangga, perlengkapan kantor, furniture, interior gedung, kanopi/roofing, noise barrier, dll.
Penggunaan material acrylic sheet dan sheet metal untuk pembuatan cabinet/case sangat dominan di industri manufacture.
Contoh design Acrylic Cabinet/Cases.
-------------------------------------------
Untuk Bapak / Ibu pemilik bengkel bubut (lathe), frais (milling) dan las, yang ingin membuat gambar design untuk surat penawaran harga atau proposal penawaran barang, kami menerima pesanan design Acrylic Cabinat / Cases. silakan hubungi : agus.fikri@gmail.com
---------------------------
Sunday, February 26, 2012
Sheet metal electric control panel
Sebuah panel kontrol adalah sebuah kabinet datar atau vertikal, dimana kontrol atau pemantauan instrumen ditampilkan. panel kontrol ditemukan di pabrik-pabrik untuk memantau dan mengontrol mesin atau jalur produksi dan di tempat-tempat seperti pembangkit listrik nuklir, kapal, pesawat dan komputer mainframe. Panel kontrol yang lebih tua yang paling sering dilengkapi dengan tombol tekan (push button) dan instrumen analog, sedangkan hari ini di banyak penggunaan layar sentuh (touch screens) untuk tujuan pemantauan dan kontrol.
Kabinet panel kontrol terbuat dari sheet metal yaitu logam yang dibentuk menjadi potongan-potongan tipis dan rata. Sheet metal ini adalah salah satu bentuk dasar yang digunakan dalam pengerjaan logam (metalworking), dan dapat dipotong dan dibengkokkan ke dalam berbagai bentuk yang berbeda. Ketebalan dapat bervariasi secara signifikan, meskipun ketebalan yang sangat tipis disebut foil atau daun (leaf), dan yang lebih tebal dari 6 mm disebut piring (plate). Ada beberapa logam yang berbeda dapat dibuat menjadi sheet metal , seperti aluminium, kuningan, tembaga, baja, nikel, timah, dan titanium. Sheet metal juga memiliki aplikasi dalam badan mobil, sayap pesawat, bejana medis, atap untuk bangunan dan banyak hal lainnya.
Sheet metal dari stainless steel.
Ada tiga grade baja stainless yang paling umum tersedia adalah 304, 316, dan 410 . Kelas 304 adalah yang paling umum dari tiga grade. grade 304 menawarkan ketahanan korosi yang baik dengan tetap menjaga sifat mampu bentuk(formability) dan mampu las(weldability).
Contoh Design Electric control panel.
---------------------------
Untuk Bapak / Ibu pemilik bengkel bubut (lathe), frais (milling) dan las, yang ingin membuat gambar design untuk surat penawaran harga atau proposal penawaran barang, kami menerima pesanan design Sheet metal electric control panel, silakan hubungi : agus.fikri@gmail.com
---------------------------
Thursday, October 20, 2011
Mesin Pengolah Makanan - pemeras kelapa
Video Animasi:
Peralatan pengolahan ini diklasifikasikan menjadi empat, yaitu Preparation Equipment, Processing Equipment, Holding Equipment, dan Serving Equipment. Jenis peralatan yang dipergunakan sangat tergantung keperluannya. Untuk industri catering, patiseri, hotel, atau kapal pesiar, diperlukan peralatan besar dan kecil dalam jumlah banyak. Sebagian di antaranya merupakan alat-alat digital dan produk modern. Untuk keperluan keluarga, peralatan itu dapat dengan mudah dibeli di supermarket. Dengan alat yang sederhana dapat dihasilkan makanan yang sama enaknya. Beberapa gambar dan kegunaan peralatan memasak diantaranya:
1. Peralatan persiapan memasak (preparation equipment)
Peralatan ini dipakai untuk keperluan Mise en Place (menyiapkan segala sesuatunya secara lengkap, rapi, dan detil) bagi tiap proses memasak sesuatu makanan. Bentuk peralatannya, misalnya chopping board (talenan), mandolin (parut kentang), bowls (panci cekung), baloonwhisker atau wirewhip (pengocok), scale (timbangan), grater (pemarut), slicer (pengiris), bermacam-macam pisau, needle (jarum), sifter (kasa penyaring tepung), peeler (pengupas), apple corer (alat untuk melubangi).
2. Peralatan pelaksanaan memasak (processing equipment).
Banyak jenis peralatan untuk proses memasak, diantaranya :
Alat perebus: egg-boiler, brassier, pan perebus, large steam jacketted boiler, double boiler, dan berbagai ukuran panci perebus.
Alat penggoreng : deepfryer, chinese wock, gas Freyer, Pressure Freyer, Tilting-Pan.
Alat penumis : sautee-pan, sauteuse. Dapat juga memakai sautoir atau sauce pan, sangat tergantung situasi dan keperluannya.
Alat pendadar : teflon berbagai ukuran. Istilah lengkapnya adalah teflon coated sautee-pan.
Alat poach : Untuk bahan yang berukuran kecil dapat memakai panci atau sautoir, tetapi untuk yang berukuran sangat besar seperti ikan utuh, harus memakai brassiere agar muat.
Alat pembakar : Proses membakar atau grill juga memakai alat yang dinamakan grill, dibuat dari ram-ram besi dan dipakai di atas arang menyala.
Alat Broil : Untuk proses ini digunakan alat broiler dan kalau tak ada dapat memakai salamander atau grill.
Alat barbeque : Barbeque memakai grill, memakai tusukan bagi bahan yang dipanggang di atas api arang.
Alat Roast : Memanggang dengan oven dinamakan roast dan berlaku untuk daging. Untuk alas bahan yang dipanggang maka digunakan roasting pan.
Alat steam : Mengukus memerlukan steamer atau kukusan. Uap yang muncul dari alat ini akan mematangkan objek yang dikukus.
Alat Braise : Braising diperlukan bagi daging yang keras. Alatnya dinamakan braissiere dan prosesnya menggunakan kaldu atau saus sebagai kelengkapan.
Alat Baking : Membuat roti harus memakai Baking-oven yang berbeda dengan roasting oven untuk daging. Alat bantuannya adalah baking-pan, mould, dan alat kecil lainnya.
Alat Griddle : Berupa plat besi rata, untuk memasak burger, griddle cake, atau griddle egg, dan yang sulit dimasak dengan grill. Alat itu harus dijaga kebersihannya dan bebas dari karat dan kotoran. Harus pula dilakukan pembersihan secara periodik atau general cleaning bagi semua alat dapur tersebut.
3. Peralatan porselen tahan api (Earthen ware dan oven proof dish)
Di samping alat-alat yang disebut di atas, ada pula alat-alat yang memiliki karakteristik tahan api (fireproof) dan digunakan untuk keperluan tertentu dan menu tertentu. Contohnya seperti di bawah ini :
Gratin dish : Alat ini terbuat dari porselen, dipakai untuk makanan-makanan yang diproses secara au gratin, atau dipanasi dengan api dari sebelah atas, memakai salamander. Misalnya Macaroni au gratin, Gratinated leeks. Istilah lain untuk alat ini adalah Sole Dish.
Marmite : Alat ini berbentuk cambung porselen berwarna coklat, biasa dipakai untuk menu yang direbus sekalian dengan alat itu (perebus-penyaji). Misalnya Pot au Feu, Petit Marmite, dan Chawan Mushi.
Casserole : ada bermacam jenis casserole, misalnya round cassarole, oval cassarole. Semua itu digunakan untuk makanan yang namanya diikuti dengan cassarole, seperti Chicken cassarole, Beef Cassarole.
Cocotte : Alat ini dipakai untuk masak telur yang langsung dioven, misalnya Eggs en Cocotte, Eggs Benedict. Sebelum dipakai harus dioles dulu dengan mentega.
Dariole : Dinamakan juga Custard Por, dipakai untuk memasak pudding atau puding agar-agar atau bread pudding, terbuat dari porselen tahan api.
Pyrex dish : Alat ini tidak hanya tahan oven, tetapi juga dapat untuk menggoreng dan merebus, dibuat dari kaca tahan api dan tembus pandang.
Kebanyakan alat dapur dibuat dari bahan stainless steel yang tahan karat dan memenuhi standar higiene. Ada juga porselen tahan api. Sementara itu bahan yang sudah tidak dipakai untuk alat dapur adalah cadmium, kuningan, dan tembaga. Selain sudah kuno juga dikhawatirkan akan menyebabkan keracunan jika dicampur bahan kimia tertentu. Alat dapur yang terbuat dari kuningan tentulah tidak boleh digunakan untuk memasak-masakan yang menggunakan bahan cuka.
Sumber artikel: http://nurzanepastry.blogspot.com/2010/12/pengetahuan-tentang-peralatan.html
Friday, September 30, 2011
3D Contour at Milling 2.5D
Sebuah mesin milling 2.5D memiliki kemampuan untuk menerjemahkan di semua tiga sumbu tetapi hanya dapat melakukan operasi pemotongan dalam dua dari tiga sumbu pada suatu waktu bersamaan. Kode untuk mesin 2.5D secara signifikan kurang dari mesin 3D.
Thursday, September 22, 2011
kontruksi pengelasan
Perancangan kontruksi pengelasan dengan SolidWorks memberi banyak kemudahan dan mempersingkat waktu design. kita tinggal membuat sketch atau 3D sketch, kemudian menambahkan Structural Member. structural member adalah semacam fitur sweep dengan path (lintasan) dari sketch yang telah kita buat dengan profile (penampang) dari berbagai bentuk tipe profile, seperti pipe, C Channel, angle iron, rectangular tube. setelah structural member selesai kita bisa memotong (Trim) atau memanjangkan (extend). ada beberapa fitur lainnya seperti tutup (End Caps), siku (Gusset), sambungan las (Weld Bead).
Video dibawah ini adalah contoh pengerjaan rak material emnggunakan besi kotak (rectangular tube) dan besi siku (angle iron).
Saturday, September 17, 2011
Proses manufaktur spanner (kunci pas) dengan mesin CNC MIlling
Di bawah ini adalah contoh design kunci pas jenis open-ended spanner, ukuran 17mm dan 14mm. bahan mentah untuk spanner biasanya drop-forged (forging tempa). dalam design ini menggunakan 2 configuration, finished product dan stock product.
bagian 1:
produksi soanner dengan mesin cnc, milling table di bawah ini untuk pengerjaan 4 buah spanner sekaligus. dududkan spanner di tetapkan dengan 3 buah stopper pin, masing-masing spanner dikencangkan dengan 2 buah clamp di atas dan bawah. masing-masing clamp mempunyai 2 buah guidance pin, 1 spring dan screw pengencang.
bagian 2:
milling operation terdiri dari 2 step:
1. roughing
2. finishing
bagian 3:
Friday, August 19, 2011
Kisah sukses Pak Ali, pemilik bengkel milling (freis) di Bekasi.
Pada awalnya Pak Ali hanya mengerjakan pesanan dari customer dengan mesin-mesin conventional, seperti mesin bubut (lathe) dan mesin freis (milling) konventional.
Suatu saat Pak Ali mendapat pesanan komponen dari salah satu perusahaan elektronik, pesanan/order tersebut dalam jumlah banyak karena bersifat mass product. Pak Ali harus mengerjakan order tersebut dengan mesin CNC, karena jika dikerjakan dengan mesin conventional, kualitas komponen tersebut akan bervariasi dan waktu pengerjaan yang lama, atas pertimbangan tersebut Pak Ali memutuskan untuk membeli Mesin CNC bekas.
Setelah Pak Ali mendapat mesin CNC bekas, masalah berikutnya adalah bagaimana pemprograman numerical control (NC) untuk Mesin CNC tersebut? Jika Pak Ali mempekerjakan seorang Programer CNC, rasakan tidak akan ekonomis karena pesanan / order tidak datang setiap saat. Pekerjaan programmer CNC tidak kontinyu, setelah program selesai, hanya operator CNC yang akan menjalankan mesin tersebut.
Pak Ali bisa menghemat anggaran untuk menggaji pegawai jika ia bisa mempekerjakan hanya satu operator CNC, dan untuk program CNC, ia mencari tenaga outsourcing untuk mengerjakan pemprograman CNC untuk order design tersebut. Pak Ali mencari tenaga oursourcing yang bisa mengerjakan design dari gambar 2D, lalu CAD 3D dan
Pak Ali mengirim gambar 2D berupa komponen bearing bracket*), seperti dibawah ini:
Setelah mendapat gambar 2D, lalu saya menghitung biaya design untuk pembuatan part 3D hingga numerical control. Setelah dihitung, biaya design untuk order tersebut adalah Rp 300.000,- **). Biaya design sudah termasuk biaya revisi.
Setelah biaya design yang diajukan oleh contractor di setujui oleh employer (Pak Ali), design 3D segera dibuat hingga selesai, seperti gambar di bawah ini:
Setelah model 3D selesai, berlanjut pada diskusi untuk menentukan:
- Jenis Material
- ukuran raw material / Stock
- jenis dan ukuran cutter milling / tool yang digunakan.
- feeding speed dan spindle speed
Hasil dari
Hasil Numerical Control:
Akhir kata, Pak Ali mendapat banyak keuntungan dengan menggunakan design outsourcing. Hanya dengan biaya design Rp 300.000,-**), Pak Ali sudah dapat mengerjakan pesanan part dari perusahaan elektronik.
Jika Bapak /Ibu juga seorang pengusaha bengkel milling (freis) atau lathe (bubut), kami akan sangat senang jika bisa membantu Bapak / Ibu mendapatkan kisah sukses seperti Pak Ali di atas, jika competitor Bapak / Ibu sudah menggunakan system yang efisien untuk mendesign dan memproduksi komponen / part dengan mesin CNC, kenapa Bapak / Ibu masih berkutat dengan mesin conventional?
Kami berharap Bapak / Ibu pengusaha bengkel milling (freis) atau lathe (bubut) tertarik dengan solusi yang kami tawarkan, kami dapat di hubungi melalui email di : agus.fikri@gmail.com
*) semua design, termasuk bentuk dan ukuran hanya untuk keperluan promosi, tidak ada hak cipta atau perjanjian kerahasiaan (NDA) dari salah satu client yang melekat pada design ini.
**) ekuivalen dengan 12 jam kerja.
Wednesday, June 22, 2011
Beberapa tipe milling cutter (Tool) dan parameternya
Silakan baca file PDF nya di sini
1. End Mill : tool ini digunakan untuk proses milling kasar dan akhir.
2. Ball Nose Mill: nilai "corner radius" selalu setengah dari nilai "diameter".
3. Bull Nose Mill: nilai "Corner Radius" antara 0 sampai setengah dari nilai "Diamater".
4. Dove Tail Mill: digunakan untuk permesinan slot bentuk ekor merpati.
5. Face Mill: digunakan untuk milling permukaan.
6. Slot Mill : digunakan untuk berbagai macam aplikasi profil "UnderCut".
7. Taper Mill: digunakan untuk membuat milling dinding luar dan dalam dengan sudut kemiringan kontan.
8. Engraving Tool : digunakan untuk proses engraving. Engraving pada umumnya digunakan untuk membuat teks atau profile di geometri 3D.
9. Tap Tool: digunakan untuk membuat ulir dalam (internal Thread) dalam proses bor (drilling).
10. Lollipop Mill: digunakan dalam operasi 5-axis simultan.
11. Thread Mill : untuk membuat ulir dalam atau luar.
12. Drill : digunakan untuk proses membuat lubang (bor).
13. Spot Drill : digunakan untuk membuat center drill dan chamfer
14. Reamer : untuk membuat lubang presisi.
Thursday, June 16, 2011
Tutorial SolidWorks - Membuat ornamen pagar dengan feature Flex Twisting
Membuat ornamen pagar dengan feature Flex Twisting.
Berikut ini Tutorialnya, silakan baca di sini
Kutipan teks selengkapnya:
1. Buat axis dengan pilihan Two Planes, Right Plane dan Front Plane.
2. Buat Plane baru dengan first reference = Front Plane, second reference = Axis1 dengan sudut 135 derajat.
3. Di plane baru tersebut, buat sketch seperti gambar di bawah ini, exit sketch.
4. Buat sketch kedua di Top Plane, seperti gambar di bawah ini, lalu exit sketch.
5. Gunakan feature Sweep, sketch kotak sebagai profile dan sketch melengkung sebagai path.
6. Dengan Circular pattern, buat 4 instance, pattern axis = axis1, features to pattern = sweep1,angle = 90 derajat.
7. Hasil sementara setelah Sweep dan Circular Pattern.
8. Buat sketch baru di Top Plane, berupa kotak seperti gambar di bawah ini. Exit sketch.
9. Extrude sketch tadi, pilih Merge result. Klik OK untuk keluar.
10. Buat Plane baru, first reference = top plane, jarak = 25 (setengah dari panjang sketch pertama 50mm (lihat langkah 3)).
11. Mirror kan Boss-extrude1 tadi dengan plane yang baru saja kita buat.
12. Hasil sementara sebelum di puntir (Twisting) adalah sebagai berikut.
13. Klik ikon Flex di toolbar Features atau Insert>Features>Flex, Bodies for Flex pilih Mirror1; pilih Twisting; 720 derajat; Plane1 Trimming distance = 15mm ; Plane2 Trimming distance = 15mm. Klik OK.
14. Hasil akhir.
15. Selesai
Wednesday, June 15, 2011
Tutorial SolidWorks - Sweep Surface
Tutorial SolidWorks
13 Rajab 1432.
Membuat sirip pendingin dengan Sweep Surface
Ukuran tidak mengikuti standard, hanya untuk presentasi bentuk.
1. Buat sketch di Front Plane seperti gambar di bawah ini, lalu exit sketch. Sketch ini bertindak sebagai Path di pipa.
2. Buat sketch kedua berupa lingkaran di Right Plane seperti gambar di bawah ini, lalu exit sketch. Sketch ini bertindak sebagai profile dari pipa.
3. Masuk ke swept surface , pilih sketch untuk profile (lingkaran) dan sketch untuk path, klik OK.
4. Hasil dari Sweep surface pertama berupa pipa.
5. Selanjutnya kita akan membuat fin (sirip) disekitar pipa, buat sketch ketiga di Front Plane seperti gambar di bawah ini (sama dengan sketch yang pertama, Cuma lebih pendek saja), lalu exit sketch. Sketch ini bertindak sebagai Path pada sirip.
6. Buat sketch keempat berupa garis di Front Plane seperti gambar di bawah ini, lalu exit sketch. Sketch ini bertindak sebagai profile dari sirip.
7. Masuk ke swept surface , pilih sketch untuk profile (garis) dan sketch untuk path, di kolom Options, pilih Twist along path, define by Turns, jumlah terserah, klik OK.
8. Beri ketebalan pada pipa dengan feature Thicken.
9. Hasil Akhir.
10. Selesai.
Tuesday, June 14, 2011
Tutorial SolidWorks - Projected Curve
bagaimana sich cara membuat groove di bola basket?
berikut tutorialnya, silakan baca di Sini
kutipan teks selengkapnya:
Tutorial SolidWorks
12 Rajab 1432
Projected Curve
Membuat groove pada bola basket 8 panel, ukuran pada tutorial bukan ukuran sebenarnya, hanya untuk presentasi bentuk.
1. Buat sketch seperti contoh.
2. Masuk ke feature, pilih Revolve.
3. Buat Sketch di front Plane.
4. Pilih Project Curve di Curves toolbar atau Insert, Curve, Projected. Pilih sketch on face.
5. Kurva yang telah jadi akan menjadi path sweep, sekarang kita membuat sketch untuk profile di sweep, buat plane baru, seperti gambar di bawah ini.
6. Di plane yang baru buat lingkaran untuk profile di sketch.
7. Sweep cut 2 sketch yang telah kita buat sebelumnya.
8. Mirror Cut-sweep terhadap front plane.
9. Mirror feature terakhir (Mirror1) terhadap Right Plane
10. Buat sketch lingkaran di front plane
11. Buat Cut-revolve dengan sketch yang telah kita buat sebelumnya.
12. Buat sketch lingkaran di right plane
13. Kembali buat Cut-revolve dengan sketch yang telah kita buat sebelumnya
14. Hasil akhir
15. Selesai.
Tuesday, June 7, 2011
Injection moulding animation
Video Animasi:
Thursday, May 5, 2011
Seri CAM - tipe operasi di CNC milling / freis 2.5D
Silakan Download tutorial PDF nya di Sini
1. Operasi Face milling :
operasi ini untuk membuang material di permukaan datar dalam jumlah banyak dengan tool face mill.
2. Operasi Profile :
Operasi ini untuk permesinan pada / sepanjang kontur geometri. Kontur geometri dapat berupa kurva terbuka atau tertutup. Di operasi profile, dapat menggunakan kompensasi radius tool di sebelah kiri atau kanan dari kontur geometri (G41 / G42).
3. Operasi pocket
Operasi ini untuk melepaskan material dari dalam sebuah geometri tertutup. Ada 2 macam tipe pocket : pocket tanpa island (pulau) dan pocket dengan island. Pocket tanpa island jika satu atau lebih geometri tidak ada yang terletak di dalam atau bersinggungan dengan geometri yang lain. Sebaliknya jika ada beberapa geometri yang terletak di dalam atau bersinggungan dengan geometri yang lain akan dianggap sebagai island.
4. Operasi Drilling :
Operasi ini untuk mengebor (drill) atau siklus bor lainnya (canned drill) seperti membuat ulir (thread), melebarkan lubang (reamer), atau bor bertahap (peck drill).
5. Operasi “Thread Milling”:
Operasi ini untuk membuat ulir dalam dan ulir luar dengan tool “thread mill”, lintasan tool berupa helical. Hampir semua CNC-Controller mempunyai fitur standard yang disebut “helical interpolation”. Fitur ini digunakan untuk membuat gerak melingkar pada sumbu X dan Y dan gerak lurus pada sumbu Z, dimana gerak melingkar X dan Y membentuk diameter dari ulir dan gerak Z membentuk pitch dari ulir tersebut.
6. Operasi Slot:
Operasi ini merupakan hasil dari lintasan tool sepanjang satu profile atau lebih. 2 tipe slot:
§ slot dengan kedalaman tetap: operasi permesinan dibagi dalam beberapa tahap sampai kedalaman akhir dicapai.
§ Slot dengan kedalaman yang berubah: bentuk dasar dari slot juga bisa di tentukan dari geometri 2D lainnya, Slot dapat dikerjakan dengan milling kasar (rough) terlebih dahulu, kemudian milling akhir (finish cut).
7. Operasi T-slot:
Operasi ini untuk membuat slot di dinding vertikal.
8. Operasi Contour 3D
Tuesday, March 1, 2011
Membuat bentang Transition piece dengan sheet metal di SolidWorks
kutipan teks selengkapnya:
Seri HVAC (heating, Ventilation & air conditioning) - 3
Membuat bentang Transition piece dengan sheet metal di SolidWorks
25 Rabiul awal 1432
Ukuran yang digunakan dalam tutorial ini tidak mengikuti standard yang ada, hanya untuk presentasi bentuk.
1. Buat open sketch seperti gambar di bawah ini, sketch ini terdiri dari 9 segmen geometri untuk bagian dasar dari Transition piece.
2. Exit dari sketch pertama. Buat Plane baru yang parallel dengan plane tempat sketch pertama dibuat.
3. Buat open sketch ke dua di plane yang baru tadi. Sketch kedua juga sama terdiri dari 9 segmen untuk bagian atas dari Transition piece.
4. Keluar dari sketch kedua, Gunakan feature Lofted Bends untuk membuat Transition piece.
5. Di feature lofted bends, masukkan sketch pertama dan kedua, pilih thickness yang dikehendaki. Jumlah bend line = 12.
6. Di FeatureManager design tree akan nampak beberapa feature baru seperti Cut list, Sheet metal & Flat-Pattern.
7. Masuk ke tab Configuration manager, lalu buat konfigurasi baru untuk melihat bentang plat dan untuk keperluan technical drawing.
8. Aktifkan konfigurasi yang baru, lalu kembali ke tab FeatureManager Design Tree, feature Flat-pattern yang semula unsuppress, aktifkan (suppress).
9. Hasil dari suppress feature Flat-Pattern, seperti gambar di bawah ini. Nampak bend line di bentang plat.
10. Save part, lalu buat technical drawing nya, untuk memilih tampilan, klik kanan Drawing View, pilih properties, tentukan konfigurasi yang akan dipakai, tambahkan ukuran yang diperlukan.
11. Selesai. Langkah-langkah detail untuk:
• Membuat sketch
• Dimension
• Plane
• Configuration
• Suppress / unsuppress feature
• Drawing
Telah dibahas di tutorial sebelumnya, silakan dipelajari.
Friday, February 18, 2011
Membuat bentang cone dengan sheet metal di SolidWorks
Seri HVAC (heating, Ventilation & air conditioning) - 2
Membuat bentang cone dengan sheet metal di SolidWorks
14 Rabiul awal 1432
Ukuran yang digunakan dalam tutorial ini tidak mengikuti standard yang ada, hanya untuk presentasi bentuk.
1. Buat open sketch seperti gambar di bawah ini, sketch ini untuk bagian dasar dari cone.
2. Exit dari sketch pertama. Buat Plane baru yang parallel dengan plane tempat sketch pertama dibuat.
3. Buat open sketch ke dua di plane yang baru tadi. Sketch kedua adalah bagian atas dari cone.
4. Keluar dari sketch kedua, Gunakan feature Lofted Bends untuk membuat cone.
5. Di feature lofted bends, masukkan sketch pertama dan kedua, pilih thickness yang dikehendaki.
6. Di FeatureManager design tree akan nampak beberapa feature baru seperti Cut list, Sheet metal & Flat-Pattern.
7. Masuk ke tab Configuration manager, lalu buat konfigurasi baru untuk melihat bentang plat dan untuk keperluan technical drawing.
8. Aktifkan konfigurasi yang baru, lalu kembali ke tab FeatureManager Design Tree, feature Flat-pattern yang semula unsuppress, aktifkan (suppress).
9. Hasil dari suppress feature Flat-Pattern, seperti gambar di bawah ini.
10. Save part, lalu buat technical drawing nya, untuk memilih tampilan, klik kanan Drawing View, pilih properties, tentukan konfigurasi yang akan dipakai, tambahkan ukuran yang diperlukan.
11. Selesai.
Langkah-langkah detail untuk:
• Membuat sketch
• Dimension
• Plane
• Configuration
• Suppress / unsuppress feature
• Drawing
Telah dibahas di tutorial sebelumnya, silakan dipelajari.
Wednesday, February 9, 2011
seri HVAC 1: Membuat elbow 5 segmen dengan sheet metal di SolidWorks
Menanggapi pertanyaan lewat e-mail dari salah seorang pembaca blog ini:
Dengan hormat,
Mas Agus Fikri, Sebelumnya saya perkenalkan dulu
Nama saya xxxxxxx
Saya bekerja di Sebuah perusahaan kontraktor di Kota Gresik. Selama ini saya menggunakan Auto Cad untuk proses Engineering
Kemudian saya tertarik untuk menggunakan Solid Work dan saya sering mengakses situs mas Agus untuk mencari referensi tentang Solid work.Saya sudah mencoba dan mengaplikasikannya.
Tetapi ada beberapa hal yang saya belum bisa Apakah solid Work itu bisa digunakan untuk membentangkan Elbow/Cone/Transition Piece. Dengan rendah hati saya mohon mas Agus untuk sudi kiranya membantu saya.
Demikian terimakasih
Salam
Xxxxxxxxxx
--------
saya coba membuat tutorial sederhana cara membuat bentangan elbow menggunakan sheet metal di SolidWork. silakan download tutorial berikut ini disini.
Kutipan teks selengkapnya:
Seri HVAC (heating, Ventilation & air conditioning)
Membuat elbow 5 segmen dengan sheet metal di SolidWorks
5 Rabiul awal 1432
Ukuran yang digunakan dalam tutorial ini tidak mengikuti standard yang ada, hanya untuk presentasi bentuk.
1. Buat sketch seperti di bawah ini, sketch ini untuk path elbow.
2. Exit dari sketch pertama. Buat sketch ke dua. Sketch kedua adalah open sketch untuk profile elbow.
3. Gunakan feature surface-sweep untuk membuat surface dari elbow. Insert > Surface > Sweep.
4. Beri ketebalan pada surface dengan feature Thicken. Insert > Boss/Base > Thicken.
5. Buat Plane baru.
6. Di plane yang baru, buat sketch baru untuk proses split, sketch yang baru menggunakan tool Convert Entities.
7. Split part tersebut dengan Trim Tool menggunakan sketch sebelumnya, part akan terpecah menjadi 5 segmen part. Insert > Features > Split.
8. Save Bodies, klik kanan SolidBodies, lalu pilih Save Bodies.
9. Ikuti langkah selanjutnya.
10. Buka file assembly.
11. Edit salah satu part untuk membuat Bend di sheet metal.
12. Insert > Sheet Metal > Bends
13. Pilih salah satu sisi untuk "Fixed face or edge". Klik OK.
14. Klik edit Component, untuk keluar dari mode edit part. Akan nampak feature sheet metal di FeatureManager Design Tree.
15. Unsuppress Process Bend feature. Part sheet metal akan terbuka / Unfold.
16. Screen shot untuk potongan yang lain
17. Jika ingin membuat technical drawing, buka salah satu part.
18. Buat konfigurasi baru
19. Unsuppress feature yang dikehendaki.
20. Buat Technical drawingnya.
21. Selesai.
Langkah-langkah detail untuk:
• Membuat sketch
• Dimension
• Relations
• Plane
• Split
• Convert entities
• Assembly
• Edit part di assembly
• Configuration
• Suppress / unsuppress feature
• Drawing
Telah dibahas di tutorial sebelumnya, silakan dipelajari.








