Monday, May 24, 2010

Tutorial Solidworks 2009 - Sketch Picture

Silakan download file tutorial (format PDF) di sini.
kutipan teks:

Sketch Picture

10 Jumadil Akhir 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Contoh soal:

Rekan-rekan diminta untuk membuat part dengan geometri yang terdiri dari banyak lengkungan (arc).

Seperti pada gambar di bawah ini.

Penyelesaian:

Kita bisa menentukan titik-titik dalam geometri tersebut dengan mengukur koordinat masing-masing titik. Tetapi cara tersebut akan memakan waktu yang lama. Kita dapat mengatasi masalah tersebut dengan tool Sketch Picture. Tool ini aktif dalam mode sketch. Image dari part sebaiknya diambil dengan Flatbed scanner. Penempatan objek yang tepat di Flatbed scanner akan memberi hasil image yang lebih presisi daripada diambil dengan kamera digital.

Prosedurnya sebagai berikut:

1. Buka solidWorks.

2. Klik di menu toolbar, File > New > part .

3. Pilih Plane (bidang) yang akan digunakan untuk meletakkan sketch, contoh: klik kanan Plane Front, lalu klik ikon Sketch.

4. Di menu toolbar, klik Tools > Sketch Tools > Sketch Picture…

5. Akan keluar kotak dialog, cari file gambar part, klik Open . Macam-macam jenis file ekstensi yang dapat dimasukkan dalam mode sketch di SolidWorks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

6. Akan muncul Sketch Picture PropertyManager, di dalam properties ada beberapa parameter:

• Nilai koordinat titik origin gambar untuk sumbu X

• Nilai koordinat titik origin gambar untuk sumbu Y

• Nilai sudut, sudut positif akan berputar berlawanan jarum jam

• Nilai lebar gambar, jika Lock aspect ration di pilih, tinggi gambar diatur otomatis

• Nilai tinggi gambar, jika Lock aspect ration di pilih, lebar gambar diatur otomatis

• Membalik gambar secara Horizontal dalam batas-batas gambar semula

• Membalik gambar secara Vertikal dalam batas-batas gambar semula

7. Jika kita dapat memindai (scan) part dengan ukuran 100%, maka tidak diperlukan perhitungan scala (nilai lebar / tinggi gambar). Kita bisa mengecek ulang dengan membuat 2 titik (point) di geometri sketch, lalu kita ukur dengan tool Measure .

8. Bandingkan ukuran antara part dengan gambar scanner. Jika tidak sama, nilai perbandingan antara part dengan gambar scanner dapat kita kalikan dengan nilai lebar / tinggi gambar di sketch Picture PropertyManager. Untuk mengubah nilai tinggi / lebar gambar, klik ganda di gambar di graphics area , akan muncul kembali Skecth Picture PropertyManager. Ubah salah satu nilai parameternya. Klik OK .

9. Setelah skala gambar sesuai dengan ukuran part sebenarnya, kita dapat menyalin geometri part dengan membuat entitas sketch yang bersesuaian dengan geometri part tersebut. Seperti pada gambar dibawah ini.

10. Agar transisi antar satu lengkungan dengan lengkungan berikutnya tidak terlihat "patah" (Smooth). Tambahkan Relation Tangent , dengan cara klik salah satu lengkungan, lalu tekan & tahan tombol Ctrl, klik lengkungan berikutnya, akan keluar kotak dialog Properties, pilih Relation Tangent.

11. Jika sudah semua geometri disalin, gambar di graphics area bisa di hapus, klik gambar tersebut, lalu tekan tombol delete.

12. Kita dapat memindahkan sketch tersebut, dengan tool Move Entities .

13. Dapat juga memutar sketch tersebut dengan tool Rotate Entities .

14. Sketch yang telah kita buat dapat dibuat Feature untuk bentuk selanjutnya.

15. Selesai.


Wednesday, May 19, 2010

Tutorial SolidWorks 2009: Rack Pinion mate

Silakan download file tutorial (format PDF) di sini.

download part Rack di sini.
download part Pinion/Gear disini.


Kutipan teks:

Memasangkan Rack & Pinion di SolidWorks

5 Jumadil Akhir 1431

Tutorial SolidWorks 2009

Dalam Tutorial ini kita akan belajar cara membuat assembly untuk Rack & Pinion/Gear menggunakan mechanical mates = Rack Pinion.

1. Untuk latihan kali ini, kita memerlukan part Pinion/Gear & Rack, silakan download di bagian lain di dalam postingan tutorial ini.

2. Buka Solidworks > File > New > assembly .

3. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part gear, lalu klik kiri mouse di bidang gambar (graphics area).

4. Klik kanan part gear, lalu pilih Float, karena kita akan mendefinisikan ulang semua mate untuk gear tersebut.

5. Aktifkan temporary axis, klik View . TemporaryAxis.

6. Klik ikon mate , Mate Propertymanager akan muncul.

7. Mate pertama menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping Gear dengan bidang (plane) Front. Klik OK

8. Mate kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Top. Klik OK

9. Mate ketiga menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Right. Klik OK .

10. Setelah itu bisa kita test dengan Rotate Component.

11. Gear akan dapat memutar pada porosnya.

12. Kita akan memasukkan part kedua, Rack. Klik ikon Insert Components .

13. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part Rack, lalu klik kiri mouse di bidang gambar (graphics area).

14. Mate pertama untuk rack menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping rack dengan bidang (plane) Front. Klik OK .

15. Mate kedua untuk rack menggunakan Standard mates = Coincident adalah sisi bawah rack dengan bidang (plane) Top. Klik distance = 34.7mm. Klik OK . (nilai 34,7 mm didapat dari percobaan).

16. Ubah pandangan menjadi front View.

17. Klik kiri Pinion/gear, lalu geser kekanan kekiri hingga kedua part bersesuaian.

18. Mate terakhir, klik ikon Mate . Mechanical mates > Rack Pinion. Di kotak mate selections, untuk Rack pilih salah satu rusuk linear, Untuk Pinion/Gear pilih salah satu sisi (face) silindris, di kotak Mechanical Mates pilih Pinion Pitch diameter, masukkan nilai 46.72mm (sesuai dengan diameter pitch roda gigi). Klik OK .

19. Diameter pitch roda gigi dapat diketahui dengan klik ikon Measure . Ø = 2.r = 2.(23.36).

20. Penentuan Constraint (mates) sudah selesai, kita bisa mencobanya dengan memutar gear tersebut. kita test dengan Rotate Component.

21. Pada Rotate Component Propertymanager, kita aktifkan Collision Detection & Stop at Collision.

22. Bila arah putaran terbalik, kita bisa klik kanan RackPinionMate di FeatureManager Design Tree, lalu klik edit Feature.

23. Klik kotak Reverse.

24. Selesai.

 







Tuesday, May 4, 2010

Tutorial SolidWorks 2009 - Block



Silakan download file PDF disini
kutipan teks:

Block

20 Jumada Al-awwal 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Dalam tutorial ini kita akan belajar cara membuat design peralatan mekanis seperti dibawah ini. Layout Sketch ini menggunakan interaksi / Relations antar "block" untuk menciptakan gerak dalam peralatan mekanis berikut ini.

Peralatan mekanis ini terdiri dari 5 block:

1. Block piston & rod

2. Block cylinder

3. Block base

4. Block arm

5. Block cam

Gerak linear dari piston&rod di dalam cylinder diatur oleh gerak cam yang berinterksi lewat gerakan arm. Mekanisme dalam tutorial ini hanya sebagai contoh design.

1. Kita buat sketch untuk block piston&rod seperti pada gambar dibawah ini, jangan lupa membuat centerline yang akan digunakan untuk membuat interaksi antar block dilangkah berikutnya.

2. Membuat block pertama, di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

3. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

4. Block pertama akan muncul di FeatureManager Design Tree

5. Kita buat sketch kedua untuk block cylinder seperti pada gambar dibawah ini, jangan lupa membuat centerline yang akan digunakan untuk membuat interaksi antar block dilangkah berikutnya.

6. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

7. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

8. Block kedua akan muncul di FeatureManager Design Tree

9. Kita buat sketch ketiga untuk block base seperti pada gambar dibawah ini.

10. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

11. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

12. Block ketiga akan muncul di FeatureManager Design Tree

13. Kita buat sketch keempat untuk block arm seperti pada gambar dibawah ini.

14. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

15. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

16. Block keempat akan muncul di FeatureManager Design Tree

17. Kita buat sketch kelima(terakhir) untuk block cam seperti pada gambar dibawah ini. Jangan lupa membuat "add relations" dengan tangent antar ke 4 satuan sketch.

18. Sebelum membuat block untuk cam, kita membuat "path" untuk cam tersebut. Di menu pulldown, klik Tools > Sketch Tools > Make Path

19. Path PropertyManager akan muncul , pilih semua sketch untuk cam. Klik Ok .

20. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

21. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih Path yang telah kita buat. Di Block Entities akan masuk Path yang telah kita definisikan di depan. Klik Ok .

22. Block kelima akan muncul di FeatureManager Design Tree

23. Kelima block telah kita buat, sekarang kita akan menambahkan interaksi (add Relations) antar block tersebut sehingga layout sketch yang kita buat dapat digerakkan sesuai rancangan kita.

24. Klik ikon Add Relation di toolbar, atau lewat pulldown menu Tools > Relations > Add.

25. Pertama kita buat block base sebagai block acuan dengan klik salah satu garis di block base, lalu pilih relations "Fix". Klik OK

26. Klik ikon Add Relation di toolbar , Lalu kita hubungkan center line di block piston&rod dengan centerline diblock cylinder dengan relations Collinear, Klik OK

27. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block base dan titik center di lingkaran tengah di block arm dengan relations Coincident. Klik OK

28. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran bawah di Block cylinder dan titik center di lingkaran kanan di block base dengan relations Coincident. Klik OK

29. Agar lebih mudah membuat relations berikutnya, geser ujung rod mendekati arm.

30. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block piston&rod dan titik center di lingkaran kanan di block arm dengan relations Coincident. Klik OK

31. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran bawah di Block cam dan titik center di lingkaran kiri di block base dengan relations Coincident. Klik OK

32. Relation terakhir, Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block cam dan titik center di lingkaran kiri di block arm dengan relations Tangent. Klik OK

33. Setelah kita selesai membuat relation untuk semua block tersebut. Kita bisa mencoba menggerakkan mekanisme yang telah kita rancang, klik di center lingkaran atas di Block cam, berikut ini screenshot saat cam berada di quadrant 1.

34. screenshot saat cam berada di quadrant 2.

35. screenshot saat cam berada di quadrant 3.

36. screenshot saat cam berada di quadrant 4.

37. untuk mengedit Block, klik kiri block yang dikehendaki, lalu klik kanan, pilih Edit Block.

38. setelah selesai klik kiri edit Block di toolbar Block.

39. selesai.