Monday, November 29, 2010

portfolio

I have 12 years experiences to create mechanical system and product design, I will realize your ideas with excellent design quality, tight schedule time and lowest price. I have expertise in SolidWorks and AutoCAD. I provide design service for:

- Mechanical system
- Industrial Machinery Design
- robotic
- Tool, die & mold
- Injection molding
- Customer product design
- Automotive & transportation parts/vehicles
- Milling & lathe parts
- Medical instruments
- Furniture’s & Fixtures
- Piping systems & pressure vessel.
- Process & Plant
- assembly
- 2D &; 3D technical drawing
- Welding construction
- Sheet metal
- simulation / study motion
- Tools & Operations at CNC
- Numerical control (NC)
Customer satisfaction is my focus; I always maintain long term business relationship with all my clients.

I am available to contact by Skype, email or phone, and would be happy to set up a convenient time to discuss the design.

Some pictures or video animation below is my work samples:

Sample 1:


Sample2:


Sample3:


Sample 4:


Sample 5:


Sample 6:



Sample7:


Sample8:


Sample9:


Sample10:


Sample 11:


Sample 12:
















Wednesday, October 13, 2010

Tutorial SolidWorks - struktur Pengelasan

Silakan download file tutorial PDF di sini.
kutipan teks selengkapnya:

Struktur Pengelasan

5 Dzulkaidah 1431.

Screen shot SolidWorks 2010.

Pendahuluan:

Pada tutorial ini kita akan mempelajari cara membuat struktur pengelasan sederhana, didalamnya akan dijelaskan cara membuat struktural member, sambungan las (fillet weld bead) dan penyiku (Gusset).

Langkah kerja:

1. Buat sketch seperti ini. Usahakan pusat kotak berada di titik origin. Beri ukuran (smart dimension) lalu keluar (exit Sketch) .

2. Masuk ke tab Feature, sketch tersebut di Extrude. Klik OK untuk keluar.

3. Lalu buat garis keatas, Beri ukuran (smart dimension) lalu keluar (exit Sketch) .

4. Lewat menu pull down, Insert > Weldment… > Structural Member,

Atau lewat Weldments toolbar, pilih ikon structural Member.

5. Akan muncul Structural Member PropertyManager, pilih sketch untuk menentukan lintasan (path) dari struktur pengelasan. Di dalam kotak Selections, kita akan disediakan banyak pilihan, seperti: Standard [iso, ansi inch]; Type [angle iron, square tube, pipe, C channel]; & Size. Klik OK setelah kita menentukan semua opsi.

6. Akan nampak struktur las dengan bentuk square tube.

7. Contoh tipe profile

8. Selanjutnta kita akan membuat sambungan las antara plat dasar dan profile kotak. Klik Fillet Bead di Weldments toolbar, atau di menu pull down , Insert > Weldment > Fillet Bead.

9. Akan muncul fillet Bead PropertyManager, kita bisa memilih tipe sambungan [full length atau intermittent], ukuran fillet dari sambungan, untuk Face set1 pilih plat dasar, Face set2 pilih profile kotak, klik Ok untuk keluar.

10. Akan nampak hasil sambungan las antara 2 struktur tersebut.

11. Kita akan menambahkan Gusset (penyiku) untuk memperkuat 2 struktur. Klik Gusset di toolbar Weldments atau di menu pull down , Insert > Weldments > Gusset.

12. Akan muncul Gusset PropertyManager. Di kotak supporting faces, pilih face 1 dan face 2, pilih bentuk Gusset [polygonal / triangular], tentukan distance1 dan distance2, ketebalan gusset dan posisi gusset di supporting faces. Klik OK untuk keluar.

13. Akan nampak seperti gambar, gusset yang telah kita definikan di depan.

14. Kita juga bisa menambahkan sambungan las antara gusset, plat dasar dan profile kotak. Prosedur untuk membuat fillet bead serupa seperti langkah no 8 dan 9.

15. Sama hal nya dengan sisi sebaliknya.

16. Hasilnya akan nampak seperti ini:

17. Jika kita membuat gambar dari part tersebut. klik File > Make Drawing from Assembly , atur tampilan drawing view seperti gambar di bawah ini.

18. Tampilkan ukuran secara otomatis, Klik tab Annotation > Model Items , akan muncul lambang – lambang pengelasan seperti gambar di bawah ini.

19. Selesai.

Tuesday, September 21, 2010

Tutorial SolidWorks - Membuat Part baru di Assembly.

Silakan download file tutorial di sini.

Kutipan teks selengkapnya:

Membuat Part baru di Assembly.

Screen Shot menggunakan SolidWorks 2010.

12 Syawal 1431.

Pendahuluan:

Masih melanjutkan pembahasan tentang Top-Down design. Dalam tutorial sebelumnya, telah di bahas, bahwa dengan Top-Down design, kita bisa mengedit part atau bahkan membuat part baru. Untuk mengedit part telah di jelaskan pada tutorial sebelumnya. Pada tutorial kali ini kita akan membahas cara membuat part baru di jendela assembly.

Study case1:

1. kita ingin membuat part baru berupa silinder sederhana yang menempel di Yoke assembly seperti ini:

2. Buka file assembly, sebagai contoh dalam tutorial ini kita memakai assembly Yoke.

3. Klik New Part di Toolbar Assembly atau lewat menu pulldown, Insert > Component > New Part

4. Di Feature Manager DesignTree akan muncul part baru dengan nama [Partn^assembly_name]. Pilih bidang untuk meletakkan part saat pointer . bidang yang kita pilih akan menjadi Front Plane dari part yang baru.

5. Selanjutnya kita masuk ke Mode Edit di jendela assembly. Buat sketch dan feature pada part seperti yang telah dijelaskan pada tutorial sebelumnya.

6. Untuk keluar dari mode Edit di jendela assembly, bisa dengan klik Edit Component di assembly toolbar atau klik ikon Edit Component di area Confirmation Corner (kanan atas dari graphic area) . Hasil seperti gambar di bawah ini.

7. Part yang baru dapat diubah namanya, dan disimpan diluar (external), klik kanan part di graphic area atau di Feature Manager DesignTree, pilih Rename Part, lalu rubah namanya. Untuk menyimpan diluar klik Save Part (in External File).

akan muncul jendela Save As, kita bisa memilih path/folder untuk meletakkan part yang baru.

8. Posisi part yang baru di assembly adalah Fix, karena telah ditambahkan mate Inplace antara Front Plane di part yang baru dengan bidang yang kita pilih sebelumnya. Jika kita ingin mengubah posisi dari part tersebut kita bisa menghapus mate tersebut.

Study case2:

1. Kita ingin membuat pipeline di sebuah instalasi perpipaan.

2. Jika semua peralatan sudah di tempatkan pada posisi yang tepat seperti gambar di bawah ini.

3. Kita akan membuat salah satu pipa dari tangki ke bak penampung, Klik New Part di Toolbar Assembly atau lewat menu pulldown, Insert > Component > New Part.

4. Pilih Plane di ujung pipa di tangki,

5. Dengan menggunakan 3DSkecth buat path pipa dari tangki ke bak penampung.

6. Setelah membuat Profile berupa lingkaran, lalu buat Sweep, seperti gambar di bawah ini.

7. Untuk keluar dari mode Edit di jendela assembly, bisa dengan klik Edit Component di assembly toolbar atau klik ikon Edit Component di area Confirmation Corner (kanan atas dari graphic area)

8. Selesai.

 

 

Thursday, August 5, 2010

Tutorial SolidWorks - Mengedit part di Assembly


Silakan download file tutorial di sini.
Kutipan teks selengkapnya:

Editing Part di Assembly.

Screen Shot menggunakan SolidWorks 2010.

24 Sya’ban 1431.

Pendahuluan:

Beberapa metoda untuk membuat assembly:

• Bottom-up design

• Top-down design

• Kombinasi keduanya.

Bottom-up design: sebuah cara lama dimana kita mendesain semua part, lalu memasukkannya (Insert) ke dalam assembly dan kita menggunakan Mate untuk mengatur posisi dari part-part tersebut. Ketika kita akan mengedit part tersebut, kita akan merubah part tersebut di jendela part, lalu melihat perubahannya di assembly. Bottom-up assembly cocok untuk part-part standard, seperti Gear, screw, motor, pulley dll.

Top-down design: Kita dapat menggunakan teknik ini untuk membuat sebuah Feature dari part di jendela assembly, membuat part baru di jendela assembly atau bahkan untuk membuat assembly baru mulai dari layout sketch.

Pada tutorial ini kita akan belajar untuk membuat sebuah feature dari part di jendela assembly. Sebagai contoh, jika kita hendak menentukan lokasi pin atau screw, kita bisa menentukannya setelah part-part utama kita pasangkan (mate) di jendela assembly, dengan cara ini kita tidak perlu mengingat banyak coordinate saat membuat part utama, kita cuma perlu menentukan ukuran – ukuran dasar dari part-part utama, feature detail dari part-part utama akan kita lengkapi di jendela assembly.

1. Study case: kita ingin membuat lubang counter bore di milling device seperti ini:

2. Design awalnya hanya berupa seperti gambar dibawah ini.

3. Pertama-tama, kita akan menambahkan counter bore di part bagian depan, kita masuk ke Edit Part dengan cara:

a. klik kanan di part yang hendak kita edit dan pilih Edit Part di Context Toolbar ,

b. atau klik kiri part lalu klik Edit Component di assembly toolbar,

c. atau klik kanan part di FeatureManager designtree,pilih edit Part di Context Toolbar .

4. Part yang di edit akan nampak pejal (solid), part lainnya akan nampak transparan. Tittle Bar di atas akan berubah, menampilkan part yang sedang di edit sebagai in .sladasm.

5. Lalu kita menambahkan counter bore di part tersebut.

6. Untuk keluar dari mode edit ke jendela assembly, bisa dilakukan dengan:

a. klik Edit Component di assembly toolbar.

b. atau klik ikon Edit Component di area Confirmation Corner (kanan atas dari graphic area)

c. atau klik kanan part yang diedit, pilih ikon Edit Assembly di Context Toolbar .

7. Cara yang sama kita lakukan untuk part sebelah belakang untuk membuat feature Thread Hole, ulangi step no 3 untuk part bagian belakang.

8. Kita akan membuat lubang untuk screw M8 (hole Ø6,8) dengan center point sama dengan lubang counter bore di part bagian depan.

9. Lalu kita keluar dari mode edit kembali ke jendela assembly.

10. Screen shot setelah dilengkapi dengan Hex Socket Head screw.

11. Cara yang sama untuk melengkapi 4 Hex Socket Head screw di bagian bawah assembly.

12. Demikian juga untuk melengkapi Clamp, Pin dan screw bagian atas.

13. Selesai.


Tuesday, August 3, 2010

Tutorial SolidWorks - Alternate Position

Silakan download file PDF di sini
Kutipan teks selengkapnya:

Alternate Position.

Screen Shot menggunakan SolidWorks 2010.

Alternate Position View dapat digunakan untuk menunjukkan gerakan di komponen assembly dengan menampilkan posisi part yang berbeda. Ada 2 macam konfigurasi yang dapat kita pilih:

1. New configuration: konfigurasi baru yang dibuat saat kita memasukan perintah "alternate position"

2. Existing configuration: kita memilih konfigurasi yang telah ada untuk membuat "alternate position"

Cara pertama untuk membuat Alternate position dengan New configuration, dapat rekan-rekan baca di blog Bapak Sigit Agung di alamat URL http://sigitagung.blogspot.com/2008/10/alternate-position-dengan-solidworks.html.

Cara kedua untuk membuat Alternate position akan diuraikan dibawah ini:

1. Buka file Assembly yang mempunyai konfigurasi, contoh dibawah adalah Yoke Assembly.

2. Buat drawing view, klik File > Make Drawing from Assembly , atur tampilan drawing view seperti gambar di bawah ini.

3. Di tab View Layout, pilih Alternate Position . Pilih drawing View dimana alternate position akan dibuat, pilih Drawing View1. Kemudian akan muncul Alternate Position Feature Manager, pilih Existing configuration. Pilih konfigurasi yang ada. Klik OK .

4. Hasilnya bisa kita lihat di drawing View1, terdapat Alternate Position View dengan tipe garis Phantom.

5. Di FeatureManager design tree juga akan nampak Alternate position view.

6. Kita dapat juga memberikan ukuran pada Alternate position view, seperti pada gambar dibawah ini.

7. Kita dapat membuat Alternate Position view lebih dari 1.

8. Alternate Position view tidak dapat diterapkan pada broken view; section view; crop view & detail view.

9. Selesai.

Tuesday, July 20, 2010

Tutorial AutoCAD 2010 - Parametric


Silakan download file tutorial di sini.
Kutipan teks selengkapnya:

Tehnologi Parametrik di AutoCAD 2010
8 Sya’ban 1431.
Mulai AutoCAD 2010, Autodesk telah memasukkan tehnologi Parametrik di AutoCAD. Bagi rekan-rekan yang sudah mempelajari Inventor, SolidWorks, Catia ataupun Pro/ENGINEER, tehnologi parametric sudah tidak asing lagi.
Di dalam gambar parametric, objek geometri dapat di beri constraints (Pembatas). Constraints ini akan mengatur hubungan antar objek geometri baik hubungan posisi ataupun ukuran. Constraint dibagi menjadi 2:
1. Geometric constraints.
2. Dimensional Constraint.
Sama seperti software lain, status objek geomteri akan di bagi menjadi 3:
1. Unconstrained
2. Underconstrained
3. Fully constrained
Geometric constraints
Di Ribbon Panel, Tab Parametric, terdapat Geometric Panel
Disana terdapat Perpendicular; Horizontal; Tangent; Collinear; Symmetric; Coincident; Parallel; Vertical; Smooth; Concentric; Equal & Fix.
• Coincident: 1 endpoint & 1 endpoint
• Collinear: line dengan line
• Concentric: 2 lingkaran dibuat 1 titik center
• Parallel: antara 2 garis
• Perpendicular: garis pertama sebagai acuan posisi, garis kedua akan menyesuaikan.
• Tangent: membuat titik singgung (tangent) antara 2 kurva. Kurva pertama sebagai acuan posisi.
• Smooth: membuat kurva kontinyu G2 antara spline dengan spline; garis; lengkung; polyline. Kurve pertama harus spline dan sebagai acuan posisi.
• Symmetric: membuat 2 garis / titik simetris terhadap garis sumbu (symmetry line).
Sekarang kita akan mencoba Auto Constraint .
1. Hidupkan mode Ortho (F8), buat objek geometri seperti dibawah ini. Terdiri dari Line dan 4 fillet.
2. Pilih Tab Parametric, Geometric panel, klik AutoConstrain. Select Objects > pilih semua. Akan nampak seperti dibawah ini.
3. Kita akan menambahkan constrain Equal , klik ikon Equal, ketik M (multiple) pilih 4 garis berikut.
4. Ulangi langkah 3 untuk 4 garis seperti ditunjukkan gambar dibawah ini.
5. Ulangi langkah 3 untuk 4 fillet ini.
6. Save objek geometri yang sudah jadi, selanjutnya kita akan membuat Dimensional constraints. Kita beralih ke panel Dimensional, klik Linear , buat ukuran antara 2 garis seperti pada gambar.
7. Dengan cara yang sama, buat beberapa ukuran seperti pada gambar di bawah ini.
8. Setelah ukuran lengkap, kita bisa mengedit ukuran tersebut, dan objek geometri akan menyesuikan dengan ukuran baru.
9. Nama dimensional Constraints bisa kita ubah agar memudahkan kita saat masuk ke Parameter Manager. Contoh: d1 = tinggi; d2 = lebar; d3 = tebal_flange; & d4 = tebal_web (tidak boleh ada spasi).
10. Sekarang kita masuk ke Parameter Manager , akan muncul jendela parameter manager
11. Di kolom Expression, kita bisa memasukkan rumus/persamaan baru untuk Dimensional constraints. Seperti gambar di bawah ini.
12. Ketika kita mengubah ukuran tinggi menjadi 800, maka semua ukuran akan berubah mengikuti persamaan yang telah kita buat sebelumnya.
13. Selesai.

Friday, July 16, 2010

Tutorial SolidWorks - Menampilkan konfigurasi part/assembly di Gambar.

Silakan download file tutorial di sini
kutipan teks selengkapnya:

Menampilkan konfigurasi part/assembly di Gambar.

4 Sya’ban 1431

Screen shot SolidWorks 2010.

Pada tutorial sebelumnya, kita telah mempelajari cara membuat konfigurasi di part dan assembly, pada tutorial kali ini, kita akan mempelajari cara menampilkan konfigurasi tersebut di Gambar.

Menampilkan konfigurasi part di gambar.

1. Buka file part yang mempunyai konfigurasi, contoh dibawah adalah part adjusting pin.

2. Buat drawing view, klik File > Make Drawing from Part , atur tampilan drawing view seperti gambar di bawah ini.

3. Tampilkan ukuran, Klik tab Annotation > Model Items , nampak ukuran shaft Ø12mm.

 

4. Untuk merubah konfigurasi, klik kanan di drawing view, pilih Properties. Gambar dibawah adalah untuk Drawing View1.

5. Akan muncul jendela Drawing View Properties,

6. Akan nampak perubahan ukuran shaft di drawing view1 menjadi lebih kecil (Ø8mm).

7. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk Drawing View2, akan nampak perubahan ukuran diameter shaft dari Ø12mm menjadi Ø8mm.

Menampilkan konfigurasi Assembly di gambar.

1. Buka file Assembly yang mempunyai konfigurasi, contoh dibawah adalah Yoke Assembly.

2. Buat drawing view, klik File > Make Drawing from Assembly , atur tampilan drawing view seperti gambar di bawah ini.

3. Tampilkan ukuran, Klik tab Annotation > Model Items , nampak ukuran shaft Ø12mm.

4. Untuk merubah konfigurasi, klik kanan di drawing view, pilih Properties. Gambar dibawah adalah untuk Drawing View1.

5. Akan muncul jendela Drawing View Properties,

6. Akan nampak perubahan posisi Yoke di depan.

Di jendela Drawing View Properties, selain bisa merubah konfigurasi, kita juga bisa merubah Display State:

Selain Jendela Drawing View Properties, kita dapat mengubah tampilan assembly di Drawing View lewat FeatureManager design tree, dengan cara expand salah satu drawing view , lalu klik kanan salah satu part yang akan diubah tampilannya. Gambar di bawah ini tampilan part Yoke akan di Hide atau di tampilkan garis terhalang (hidden edges).

Wednesday, July 14, 2010

Kursus / pelatihan / training AutoCAD & SolidWorks


Kursus / pelatihan / training privat.

Software:
AutoCAD

SolidWorks

Tempat belajar : Klipang, Semarang.

Materi Kursus : menyesuaikan dengan kebutuhan murid

"contoh pekerjaan" saya bisa dilihat di sini.

Informasi lebih lanjut, hubungi :

E-mail: agus.fikri@gmail.com

Tempat terbatas.

Tuesday, July 6, 2010

SolidWorks tutorial - Model Items



Silakan download file tutorial di sini.
Kutipan teks selengkapnya:

Model Items


24 Rajab 1431.



Screen shot menggunakan SolidWorks 2010


Model Items terdapat di Gambar (Drawing) tab Annotation.



Model Items digunakan untuk memasukkan ukuran (dimensions), keterangan (annotation), geometri referensi (reference geometry) ke dalam Pandangan gambar (Drawing view). Dengan Model Items kita hanya perlu menentukan ukuran dan toleransi di file Part & saat membuat gambarnya dengan tool Model Items secara otomatis semua ukuran dan toleransi tersebut akan masuk dalam gambar, sehingga akan menyingkat wakyt pembuatan gambar. Selain itu ketika kita ingin mengedit ukuran di file part, ukuran di gambar akan di update secara otomatis.


Sebagai latihan kita membuat part sederhana seperti di bawah ini:



1. Buat sketch persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut.


2. Untuk sisi panjang (100 mm), ikon "Mark dimension to be imported into a drawing" di non aktifkan.



3. Buat toleransi Bilateral.



4. Setelah selesai, keluar dari sketch. Klik Exit Sketch , masuk ke feature, buat extrude dengan Depth 10mm.



5. Buat CounterBore dengan Hole Wizard , di tab Type, pilih CounterBore ; standard ISO, Type Hex Socket Head ISO 4762; Size M5 & Fit Normal.



6. Klik Tab Positions, dengan Smart dimension buat ukuran untuk center hole.



7. Kemudian buat Linear Pattern, seperti gambar di bawah ini.



8. Hasil akhir part akan nampak seperti gambar dibawah ini.



9. Buat gambar dari part yang sudah jadi. File > Make Drawing from Part , atur tampilan drawing view seperti gambar di bawah ini.



10. Klik tab Annotation > Model Items . Akan muncul PropertyManager untuk Model items.



11. Kolom Source/destination.


• Entire model: memasukkan model items untuk seluruh model



• Selected feature: memasukkan model items untuk fitur yang kita pilih di graphic area.



• Import items into all views: memasukkan model items kedalam semua pandangan gambar (drawing view). Ketika tidak di centang, kita harus memilih pandangan gambar dimana model items akan di masukkan.


• Destination view(s): daftar pandangan gambar dimana model items akan dimasukan. Pilihan ini tersedia saat "Import items into all views" tidak di centang.


12. Dimension:


• Marked for drawing : gambar dibawah ini (Selected Feature untuk Extrude1) hanya Marked for drawing yang aktif, nampak ukuran lebar 100mm tidak tampak karena ukuran tersebut telah kita non aktifkan ikon "Mark dimension to be imported into a drawing" (lihat step 2).



 


• Not Marked for Drawing : gambar dibawah ini (Selected Feature untuk Extrude1) option Marked for drawing & Not Marked for Drawing yang aktif, nampak ukuran lebar 100mm akan tampak karena ukuran tersebut termasuk Not Marked for drawing (lihat step 2).



• Instance/Revolution counts : memasukkan nilai integer untuk jumlah objek turunan dari sebuah pola (Pattern). Gambar dibawah ini (Selected Feature untuk Linear pattern1) option Marked for drawing & Instance/Revolution counts yang aktif.



• Hole Wizard Profiles & Hole Wizard Location : memasukkan ukuran potongan melintang dari lubang yang dibuat dengan Hole Wizard. Gambar dibawah ini (Selected Feature untuk CounterBore) option Marked for drawing; Hole Wizard Profiles & Hole Wizard Location yang aktif. Include items from hidden features di pilih .



• Hole Callout : memasukkan keterangan lubang. Gambar dibawah ini (Selected Feature untuk CounterBore) option Hole Callout yang aktif.



• Eliminate duplicates: hanya memasukkan model items yang berbeda, tidak ada duplikasi.


13. Coba ubah salah satu ukuran di part, kemudian lihat perubahannya di gambar. Depth untuk extrude1 diubah dari 10mm menjadi 15mm.



14. Selesai.

Thursday, July 1, 2010

Tutorial SolidWorks : Assembly Configurations


Silakan download file tutorial di sini.
kutipan teks selengkapnya:

Konfigurasi di Assembly

18 Rajab 1431.

Screen shot menggunakan SolidWorks 2010

Pada tutorial sebelumnya, kita telah mempelajari konfigurasi pada part, kita akan melanjutkan pembahasan pada konfigurasi di Assembly. Dengan Konfigurasi (Configurations) di Assembly memungkinkan kita untuk membuat beberapa versi Assembly dalam satu file. Sebagai contoh, dalam satu file kita bisa menampilkan part dengan konfigurasi berbeda; suppress/unsuppress suatu part, suppress/unsuppress suatu Mate.

Part yang telah memiliki konfigurasi dapat kita masukkan ke dalam suatu assembly dengan memilih konfigurasi yang kita inginkan. Ada 2 cara untuk memilih konfigurasi sebuah part di dalam assembly.

1. Drag & drop : buka part yang akan dimasukkan dalam assembly, bagi jendela menjadi 2, assembly dan part. Tarik dan jatuhkan part kedalam jendela assembly dengan menarik top-level komponen( ) dari FeatureManager design tree. Sebuah objek tambahan (adjusting pin) akan ditambahkan ke dalam assembly.

2. Configure Component:

• Masukkan part ke dalam assembly dengan tool Insert Component .

• Setelah part masuk dalam FeatureManager design tree di assembly, klik kanan part yang akan di rubah konfigurasinya. Pilih Configure component.

• Akan muncul jendela Modify Configurations, pilih konfigurasi yang dikehendaki. Klik Apply, OK.

• Konfigurasi part baru akan muncul di FeatureManager design tree.

Cara mengakses konfigurasi di assembly:

Konfigurasi diatur didalam jendela FeatureManager. Klik tab ConfigurationManager untuk melihat semua konfigurasi assembly, klik tab untuk kembali ke FeatureManager design tree .

Memecah jendela FeatureManager:

Saat kita bekerja dengan konfigurasi, kita akan sering mengakses FeatureManager design tree dan ConfigurationManager secara bergantian, akan lebih efisien jika memecah jendela FeatureManager menjadi 2, atas dan bawah (prosedur secara detail, lihat di tutorial "Konfigurasi pada part").

Metoda membuat konfigurasi baru:

1. Configure component:

• Klik kanan part yang akan dibuat konfigurasinya, pilih Configure component.

• Pada jendela Modify Configurations, tambahkan konfigurasi baru di cell .

2. Add Configuration:

• Klik kanan di ruang kosong di jendela ConfigurationManager, pilih Add Configuration…

• Jendela Add configuration akan tampil, masukkan nama konfigurasi baru. Tekan Enter atau klik OK . Konfigurasi yang baru akan menjadi aktif.

3. Copy dan Paste: pilih nama konfigurasi di ConfigurationManager, lalu Copy (Ctrl+C atau Edit > Copy di menu pull-down), lalu Paste konfigurasi tersebut (Ctrl+V atau edit > Paste di menu pull-down).

Pengaturan Konfigurasi:

Dalam sebuah Konfigurasi, kita bisa mengatur:

1. Konfigurasi part.

2. Suppress/Unsuppress part.

3. Suppress/Unsuppress mate.

Mengatur konfigurasi part:

Pengaturan konfigurasi part melalui Configure component. Klik kanan part, lalu pilih Configure component, di jendela Modify Configuration, pilih konfigurasi part yang dikehendaki. Klik Apply > OK.

Contoh konfigurasi part di assembly:

Mengatur Suppress/Unsuppress pada part:

Pengaturan suppress/unsuppress part melalui Configure component. Klik kanan part, lalu pilih Configure component, di jendela Modify Configuration, centang part yang di suppress. Klik Apply > OK.

Contoh konfigurasi supress/unsuppress part di assembly

Mengatur suppress/unsuppress pada Mate:

Dalam setiap konfigurasi, kita bisa mengatur mate, dengan cara suppress mate yang tidak dikehendaki dan menambahkan mate baru yang diinginkan.

Pada gambar dibawah ini, konfigurasi yang aktif adalah "Pin dia 12mm", Mate Distance2 aktif, jika kita klik kanan Distance2, lalu kita pilih Configure feature , akan muncul jendela Modify Configurations, disana nampak mate Distance2 aktif pada semua konfigurasi, kecuali konfigurasi "Yoke in front".

Pada gambar dibawah ini, konfigurasi yang aktif adalah "Yoke in front", Mate Distance3 aktif, jika kita klik kanan Distance3, lalu kita pilih Configure feature , akan muncul jendela Modify Configurations, disana nampak mate Distance3 suppress pada semua konfigurasi, kecuali konfigurasi "Yoke in front".

Display States:

Selain konfigurasi, di assembly kita bisa mengatur tampilan melalui status display (display state). Dengan status display, kita bisa mengatur tampilan part dengan:

Cara mengakses display states di assembly:

Status display diatur didalam jendela Display Pane. Display Pane berada di bagian bawah dari Klik tab ConfigurationManager .

Metoda membuat status display baru:

Add Configuration:

• Klik kanan di ruang kosong di jendela Display Pane, pilih Add Display State

• Secara otomatis akan muncul Display state yang baru.

Mengatur tampilan part untuk status display:

Pada Display State yang aktif, klik kanan part, pilih ikon Hide components atau Change transparency .

Contoh:

Display State-1: semua part visible

Display State-2: part "adjusting pin" transparan

Display State-3: part "adjusting pin" di Hide




Friday, June 25, 2010

Tutorial SolidWorks - part configurations

Silakan Download file tutorial di sini.

Kutipan teks:

Konfigurasi pada Part

13 Rajab 1431.

Screen shot menggunakan SolidWorks 2010

Dengan Konfigurasi (Configurations) memungkinkan kita untuk membuat beberapa versi part dalam satu file. Sebagai contoh, dalam satu file kita bisa menampilkan raw material, part setelah milling, part setelah bending & finish product atau untuk standard part, dalam 1 file kita bisa menampilkan Nut M5; M6; M8; M10; M12 dan seterusnya. Konfigurasi dapat di terapkan di file Part dan Assembly. Dalam tutorial ini hanya dibahas untuk konfigurasi part. File gambar (Drawing) tidak punya konfigurasi, tetapi "drawing view" dapat menampilkan konfigurasi yang kita pilih.

Cara mengakses konfigurasi:

Konfigurasi diatur didalam jendela FeatureManager. Klik tab ConfigurationManager untuk melihat semua konfigurasi part, klik tab untuk kembali ke FeatureManager design tree .

Memecah jendela FeatureManager:

Saat kita bekerja dengan konfigurasi, kita akan sering mengakses FeatureManager design tree dan ConfigurationManager secara bergantian, akan lebih efisien jika memecah jendela FeatureManager menjadi 2, atas dan bawah.

Untuk membagi jendela FeatureManager, tarik Splitter Bar kebawah.

Jendela FeatureManager akan terbagi menjadi 2.

Metoda membuat konfigurasi baru:

1. Configure Feature:

• Klik kanan fitur yang akan dibuat konfigurasinya, pilih Configure feature.

• Pada jendela Modify Configurations, tambahkan konfigurasi baru di cell .

2. Add Configuration:

• Klik kanan di ruang kosong di jendela ConfigurationManager, pilih Add Configuration…

• Jendela Add configuration akan tampil, masukkan nama konfigurasi baru. Tekan Enter atau klik OK . Konfigurasi yang baru akan menjadi aktif.

3. Copy dan Paste: pilih nama konfigurasi di ConfigurationManager, lalu Copy (Ctrl+C atau Edit > Copy di menu pull-down), lalu Paste konfigurasi tersebut (Ctrl+V atau edit > Paste di menu pull-down).

4. Design table: pembahasan ini telah saya buat tutorialnya di blog ini.

Pengaturan Konfigurasi:

Dalam sebuah Konfigurasi, kita bisa mengatur Fitur (Feature) dan nilai ukuran (Dimension).

Mengatur fitur (Feature):

Mengatur fitur dengan cara Suppress / Unsuppress sebuah fitur. Suppress digunakan untuk menghapus fitur sementara. Ketika sebuah fitur di suppress, sistem menganggap fitur ini seolah-olah tidak ada. Hal ini berarti fitur lain yang bergantung pada fitur ini (child features) akan di suppress juga.

Beberapa metode untuk suppress fitur:

• Klik kanan fitur yang akan di suppress, pilih ikon Suppress

• Atau tentukan fitur, pilih Edit > Suppress di menu pull-down.

• Atau Pilih Suppressed di kotak dialog feature Properties, dengan cara klik kanan fitur yang akan di suppress, pilih Feature Properties

• Atau pilih Suppress di Configure Feature.

Mengatur nilai Ukuran (Dimension):

Nilai ukuran dalam sebuah sketch dapat dibuat berbeda antara 1 konfigurasi dengan konfigurasi lainnya.

Beberapa metode untuk mengubah nilai ukuran:

• Klik ganda pada ukuran dan rubah nilai ukuran, klik ikon Configuration, pilih This Configuration; All Configurations atau Specify Configurations.

Specify Configuration untuk mengubah nilai ukuran pada satu atau lebih konfigurasi.

• Atau lewat jendela Modify Configurations:

 Klik ganda fitur, akan muncul annotation/dimensions,

 Klik kanan ukuran(dimension), pilih Configure dimension

 Ubah nilai ukuran yang dikehendali, klik Rebuild dan OK

• Atau lewat Configurations di jendela Dimension.

Beberapa properties dari part yang bisa di konfigurasi,

1. Warna:

2. Material:

3. Custom Properties:

• Lewat Configure feature

• Pada jendela Modify Configurations, klik tombol Hide/Show Custom Properties

• Semua data Custom Properties akan muncul



Tuesday, June 15, 2010

Tutorial SolidWorks 2009 - Convert Entities


Silakan download file tutorial disini.
kutipan teks:

Convert Entities

3 Rajab 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Convert Entities digunakan untuk membuat kurva didalam sebuah sketch dengan cara memproyeksikan sebuah rusuk (edge) / sisi (face) / kurva / kontur sketch / serangkaian rusuk (edge) / serangkaian kurva sketch ke dalam bidang sketch.

Dalam tutorial ini tool Convert Entities akan digunakan untuk membuat alat pembengkok pipa/tube. Tool Convert Entities akan dipakai sebagai sketch untuk path di fitur Swept Cut.

1. Buka SolidWorks, File > New > part

2. Kita buat sketch dengan plane Front seperti pada gambar dibawah ini.

3. Exit Sketch , klik Tab Features > pilih fitur Extruded Boss/Base , untuk end Condition = Mid Plane, depth = 20mm. Klik OK .

4. Fitur Sweep membutuhkan 2 sketch, satu sebagai Path dan satunya sebagai Profile. Kita akan membuat sketch untuk path terlebih dahulu. Buat sketch dengan plane di Front . Kita akan memilih semua kurva dibagian atas (tekan tombol Ctrl untuk memilih objek lebih dari satu).

5. Tekan tombol Convert Entities , semua objek yang telah di pilih sebelumnya akan diproyeksikan ke dalam Front Plane dan berubah menjadi entitas sketch.

6. Tekan tombol Trim Entities , pilih Power Trim untuk memperpanjang ujung-ujung sketch. Mouse klik kiri diujung entitas sketch yang hendak di perpanjang, tarik (Drag) ujung tersebut.

7. Exit Sketch , kita akan membuat sketch untuk profile sweep, plane untuk sketch tersebut tegak lurus dengan salah satu ujung sketch untuk path. Di menu pulldown, klik Insert > Reference Geometry > Plane. Pilih Normal to, pilih garis dan titik seperti pada gambar dibawah.

8. Buat sketch dengan Plane yang baru saja dibuat. Klik tombol View > Normal To.

9. Buat lingkaran dengan pusat lingkaran di titik Origin.

10. Exit Sketch , Kita telah punya 2 sketch untuk fitur Sweep, klik Tab Features > pilih fitur Swept Cut , untuk Profile pilih lingkaran dan untuk Path pilih sketch memanjang,seperti pada gambar dibawah ini.

11. Hasilnya sebagai berikut (Plane untuk sketch Profile di Hide).

12. Selesai.

Monday, May 24, 2010

Tutorial Solidworks 2009 - Sketch Picture

Silakan download file tutorial (format PDF) di sini.
kutipan teks:

Sketch Picture

10 Jumadil Akhir 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Contoh soal:

Rekan-rekan diminta untuk membuat part dengan geometri yang terdiri dari banyak lengkungan (arc).

Seperti pada gambar di bawah ini.

Penyelesaian:

Kita bisa menentukan titik-titik dalam geometri tersebut dengan mengukur koordinat masing-masing titik. Tetapi cara tersebut akan memakan waktu yang lama. Kita dapat mengatasi masalah tersebut dengan tool Sketch Picture. Tool ini aktif dalam mode sketch. Image dari part sebaiknya diambil dengan Flatbed scanner. Penempatan objek yang tepat di Flatbed scanner akan memberi hasil image yang lebih presisi daripada diambil dengan kamera digital.

Prosedurnya sebagai berikut:

1. Buka solidWorks.

2. Klik di menu toolbar, File > New > part .

3. Pilih Plane (bidang) yang akan digunakan untuk meletakkan sketch, contoh: klik kanan Plane Front, lalu klik ikon Sketch.

4. Di menu toolbar, klik Tools > Sketch Tools > Sketch Picture…

5. Akan keluar kotak dialog, cari file gambar part, klik Open . Macam-macam jenis file ekstensi yang dapat dimasukkan dalam mode sketch di SolidWorks dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

6. Akan muncul Sketch Picture PropertyManager, di dalam properties ada beberapa parameter:

• Nilai koordinat titik origin gambar untuk sumbu X

• Nilai koordinat titik origin gambar untuk sumbu Y

• Nilai sudut, sudut positif akan berputar berlawanan jarum jam

• Nilai lebar gambar, jika Lock aspect ration di pilih, tinggi gambar diatur otomatis

• Nilai tinggi gambar, jika Lock aspect ration di pilih, lebar gambar diatur otomatis

• Membalik gambar secara Horizontal dalam batas-batas gambar semula

• Membalik gambar secara Vertikal dalam batas-batas gambar semula

7. Jika kita dapat memindai (scan) part dengan ukuran 100%, maka tidak diperlukan perhitungan scala (nilai lebar / tinggi gambar). Kita bisa mengecek ulang dengan membuat 2 titik (point) di geometri sketch, lalu kita ukur dengan tool Measure .

8. Bandingkan ukuran antara part dengan gambar scanner. Jika tidak sama, nilai perbandingan antara part dengan gambar scanner dapat kita kalikan dengan nilai lebar / tinggi gambar di sketch Picture PropertyManager. Untuk mengubah nilai tinggi / lebar gambar, klik ganda di gambar di graphics area , akan muncul kembali Skecth Picture PropertyManager. Ubah salah satu nilai parameternya. Klik OK .

9. Setelah skala gambar sesuai dengan ukuran part sebenarnya, kita dapat menyalin geometri part dengan membuat entitas sketch yang bersesuaian dengan geometri part tersebut. Seperti pada gambar dibawah ini.

10. Agar transisi antar satu lengkungan dengan lengkungan berikutnya tidak terlihat "patah" (Smooth). Tambahkan Relation Tangent , dengan cara klik salah satu lengkungan, lalu tekan & tahan tombol Ctrl, klik lengkungan berikutnya, akan keluar kotak dialog Properties, pilih Relation Tangent.

11. Jika sudah semua geometri disalin, gambar di graphics area bisa di hapus, klik gambar tersebut, lalu tekan tombol delete.

12. Kita dapat memindahkan sketch tersebut, dengan tool Move Entities .

13. Dapat juga memutar sketch tersebut dengan tool Rotate Entities .

14. Sketch yang telah kita buat dapat dibuat Feature untuk bentuk selanjutnya.

15. Selesai.


Wednesday, May 19, 2010

Tutorial SolidWorks 2009: Rack Pinion mate

Silakan download file tutorial (format PDF) di sini.

download part Rack di sini.
download part Pinion/Gear disini.


Kutipan teks:

Memasangkan Rack & Pinion di SolidWorks

5 Jumadil Akhir 1431

Tutorial SolidWorks 2009

Dalam Tutorial ini kita akan belajar cara membuat assembly untuk Rack & Pinion/Gear menggunakan mechanical mates = Rack Pinion.

1. Untuk latihan kali ini, kita memerlukan part Pinion/Gear & Rack, silakan download di bagian lain di dalam postingan tutorial ini.

2. Buka Solidworks > File > New > assembly .

3. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part gear, lalu klik kiri mouse di bidang gambar (graphics area).

4. Klik kanan part gear, lalu pilih Float, karena kita akan mendefinisikan ulang semua mate untuk gear tersebut.

5. Aktifkan temporary axis, klik View . TemporaryAxis.

6. Klik ikon mate , Mate Propertymanager akan muncul.

7. Mate pertama menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping Gear dengan bidang (plane) Front. Klik OK

8. Mate kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Top. Klik OK

9. Mate ketiga menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Right. Klik OK .

10. Setelah itu bisa kita test dengan Rotate Component.

11. Gear akan dapat memutar pada porosnya.

12. Kita akan memasukkan part kedua, Rack. Klik ikon Insert Components .

13. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part Rack, lalu klik kiri mouse di bidang gambar (graphics area).

14. Mate pertama untuk rack menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping rack dengan bidang (plane) Front. Klik OK .

15. Mate kedua untuk rack menggunakan Standard mates = Coincident adalah sisi bawah rack dengan bidang (plane) Top. Klik distance = 34.7mm. Klik OK . (nilai 34,7 mm didapat dari percobaan).

16. Ubah pandangan menjadi front View.

17. Klik kiri Pinion/gear, lalu geser kekanan kekiri hingga kedua part bersesuaian.

18. Mate terakhir, klik ikon Mate . Mechanical mates > Rack Pinion. Di kotak mate selections, untuk Rack pilih salah satu rusuk linear, Untuk Pinion/Gear pilih salah satu sisi (face) silindris, di kotak Mechanical Mates pilih Pinion Pitch diameter, masukkan nilai 46.72mm (sesuai dengan diameter pitch roda gigi). Klik OK .

19. Diameter pitch roda gigi dapat diketahui dengan klik ikon Measure . Ø = 2.r = 2.(23.36).

20. Penentuan Constraint (mates) sudah selesai, kita bisa mencobanya dengan memutar gear tersebut. kita test dengan Rotate Component.

21. Pada Rotate Component Propertymanager, kita aktifkan Collision Detection & Stop at Collision.

22. Bila arah putaran terbalik, kita bisa klik kanan RackPinionMate di FeatureManager Design Tree, lalu klik edit Feature.

23. Klik kotak Reverse.

24. Selesai.

 







Tuesday, May 4, 2010

Tutorial SolidWorks 2009 - Block



Silakan download file PDF disini
kutipan teks:

Block

20 Jumada Al-awwal 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Dalam tutorial ini kita akan belajar cara membuat design peralatan mekanis seperti dibawah ini. Layout Sketch ini menggunakan interaksi / Relations antar "block" untuk menciptakan gerak dalam peralatan mekanis berikut ini.

Peralatan mekanis ini terdiri dari 5 block:

1. Block piston & rod

2. Block cylinder

3. Block base

4. Block arm

5. Block cam

Gerak linear dari piston&rod di dalam cylinder diatur oleh gerak cam yang berinterksi lewat gerakan arm. Mekanisme dalam tutorial ini hanya sebagai contoh design.

1. Kita buat sketch untuk block piston&rod seperti pada gambar dibawah ini, jangan lupa membuat centerline yang akan digunakan untuk membuat interaksi antar block dilangkah berikutnya.

2. Membuat block pertama, di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

3. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

4. Block pertama akan muncul di FeatureManager Design Tree

5. Kita buat sketch kedua untuk block cylinder seperti pada gambar dibawah ini, jangan lupa membuat centerline yang akan digunakan untuk membuat interaksi antar block dilangkah berikutnya.

6. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

7. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

8. Block kedua akan muncul di FeatureManager Design Tree

9. Kita buat sketch ketiga untuk block base seperti pada gambar dibawah ini.

10. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

11. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

12. Block ketiga akan muncul di FeatureManager Design Tree

13. Kita buat sketch keempat untuk block arm seperti pada gambar dibawah ini.

14. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

15. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih semua sketch. Klik Ok .

16. Block keempat akan muncul di FeatureManager Design Tree

17. Kita buat sketch kelima(terakhir) untuk block cam seperti pada gambar dibawah ini. Jangan lupa membuat "add relations" dengan tangent antar ke 4 satuan sketch.

18. Sebelum membuat block untuk cam, kita membuat "path" untuk cam tersebut. Di menu pulldown, klik Tools > Sketch Tools > Make Path

19. Path PropertyManager akan muncul , pilih semua sketch untuk cam. Klik Ok .

20. Di menu pulldown, klik Tools > Blocks > Make . Atau lewat Block toolbar, klik ikon Make Block.

21. Make Block PropertyManager akan muncul, pilih Path yang telah kita buat. Di Block Entities akan masuk Path yang telah kita definisikan di depan. Klik Ok .

22. Block kelima akan muncul di FeatureManager Design Tree

23. Kelima block telah kita buat, sekarang kita akan menambahkan interaksi (add Relations) antar block tersebut sehingga layout sketch yang kita buat dapat digerakkan sesuai rancangan kita.

24. Klik ikon Add Relation di toolbar, atau lewat pulldown menu Tools > Relations > Add.

25. Pertama kita buat block base sebagai block acuan dengan klik salah satu garis di block base, lalu pilih relations "Fix". Klik OK

26. Klik ikon Add Relation di toolbar , Lalu kita hubungkan center line di block piston&rod dengan centerline diblock cylinder dengan relations Collinear, Klik OK

27. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block base dan titik center di lingkaran tengah di block arm dengan relations Coincident. Klik OK

28. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran bawah di Block cylinder dan titik center di lingkaran kanan di block base dengan relations Coincident. Klik OK

29. Agar lebih mudah membuat relations berikutnya, geser ujung rod mendekati arm.

30. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block piston&rod dan titik center di lingkaran kanan di block arm dengan relations Coincident. Klik OK

31. Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran bawah di Block cam dan titik center di lingkaran kiri di block base dengan relations Coincident. Klik OK

32. Relation terakhir, Klik ikon Add Relation di toolbar ,Kita hubungkan titik center dilingkaran atas di Block cam dan titik center di lingkaran kiri di block arm dengan relations Tangent. Klik OK

33. Setelah kita selesai membuat relation untuk semua block tersebut. Kita bisa mencoba menggerakkan mekanisme yang telah kita rancang, klik di center lingkaran atas di Block cam, berikut ini screenshot saat cam berada di quadrant 1.

34. screenshot saat cam berada di quadrant 2.

35. screenshot saat cam berada di quadrant 3.

36. screenshot saat cam berada di quadrant 4.

37. untuk mengedit Block, klik kiri block yang dikehendaki, lalu klik kanan, pilih Edit Block.

38. setelah selesai klik kiri edit Block di toolbar Block.

39. selesai.

Monday, April 26, 2010

Beberapa penjelasan berkaitan dengan tutorial CosmosXpress / SimulationXpress

tulisan ini untuk menaggapi beberapa pertanyaan dari saudara Aziz di bandung.

e-mail nya sebagai berikut:

Mohon bantuannya bapak mengenai Simulation Express Solidworks 2009 ....

Dalam tutorial anda mengenai CosmosExpress, analisa tegangan pada batang silinder, pada hasil analisa solidworks terdapat istilah FOS atau factor of safety... dan didapatkan nilai 3.63664 .... pertanyaan saya adala

  1. Apakah maksud angka trsebut, apakah punya satuan??
  2. Bp. Agus jga mensyaratkan nilai FOS adalah 5 ... kenapa harus angka 5 nilai FOSnya...karena jika mengaplikasi material lain tentunya nilai FOS yang didapat akan berbeda..
  3. Bagaimana menentukan besarnya F agar batang silinder tidak sampai patah atau tidak sampai bengkok.... ( Berapa F maximum yang di izinkan ? ) .....

Jawab:

Di SolidWorks 2005, modul ini dinamakan CosmosXpress, di SolidWork 2009 berganti nama dengan Simulation Xpress.

1. Untuk lebih jelasnya mengenai Factor of safety, bisa rekan-rekan baca sebuah artikel bagus yang ditulis Bapak Gadang Priyotomo di sini . angka FOS tidak punya satuan. beberapa penjelasan dari menu Help di solidworks. kode standard engineering pada umumnya memerlukan FOS 1,5 atau lebih. SolidWorks menggunakan kriteria tegangan Von Mises (Von Mises Stres Criterion). Kriteria ini menyatakan bahwa bahan elastis mulai “yield” ketika equivalent stress (von Mises stress) mencapai yield strength dari material. yield strength didefinisikan dari Property material. Solidworks akan menghitung factor of safety di suatu titik dengan membagi yield strength dengan equivalent stress pada titik tersebut.

2. Angka 5 yang ambil dalam tutorial hanyalah contoh design, angka sesungguhnya mengikuti standard engineering yang diikuti dan dari pengalaman.

3.contoh kasus yang ambil untuk tutorial tersebut adalah besarnya gaya, FOS, jenis material dan bentuk part sudah ditentukan, designer tinggal menentukan diameter tuas yang optimum untuk memenuhi semua pernyaratan design.

semoga membantu, jika ada kesalahan silakan dikoreksi.

jika ada tambahan silakan tulis di comment.

Friday, April 23, 2010

Tutorial Solidworks 2009 - Planes

Silakan Download file PDF di sini

Bidang (Planes)

9 Jumada Al-awwal 1431.

Tutorial SolidWorks 2009

Plane di gunakan untuk meletakkan sketch, untuk membuat section view dari sebuah model atau untuk membuat bidang netral untuk fitur draft, dll.

Di FeatureManager design tree. SolidWorks telah meyediakan bidang Front, Top dan Right sebagai defaults.

Front Plane

Top Plane

Right plane

Kita juga dapat meletakkan Plane pada sebuah sisi (face).

Jika kita memerlukan tambahan Bidang (plane) lagi, kita dapat menambahkan Plane dengan cara:

1. Klik ikon Plane di toolbar reference Geometry.

2. Di menu pulldown, Klik Insert > Reference geometry > Plane.

Akan muncul Plane PropertyManager, Plane wizard ini dapat digunakan untuk membuat berbagai macam Plane menggunakan geometri yang berbeda, seperti: bidang(plane), sisi (face) rusuk (edge), garis dan titik(vertex).

Beberapa contoh pembuatan Plane:

1. Shortcut untuk membuat offset plane, tekan Ctrl + tarik plane yang sudah ada.

2. Through Lines/Points = Menggunakan 3 titik.

3. Through Lines/Points = Menggunakan 1 sisi & 1 titik

4. Through Lines/Points = Menggunakan 1 sumbu (axis) & 1 titik

5. Parallel Plane at point dengan jarak (distance) 10mm, jumlah plane 2.

6. Parallel Plane at point dengan sudut (angle) 15° dari suatu garis rusuk (edge), jumlah plane 2

7. Parallel Plane at point dengan sisi (face) dan 1 titik.

8. Normal to Curve, contoh sebuah sketch Helix dengan sebuah titik ujung (endpoint).

9. On surface, 1 sisi melengkung dengan 1 titik.

Selesai.

 

 

Tuesday, April 6, 2010

Merangkai Cam di SolidWorks



Silakan download file tutorial di sini.


kutipan teks selengkapnya:

Merangkai Cam di SolidWorks


21 Rabi Al-Akhar 1431.



Dalam Tutorial ini kita akan belajar cara membuat assembly untuk Cam menggunakan mechanical mates = Cam. Dengan Cam Mate ini kita bisa memaksa sebuah silinder, bidang atau titik untuk selalu bertemu/ bersinggungan (Coincident) dengan serangkaian permukaan hasil extrude. Kita dapat membuat profil Cam dari garis, lengkung dan spline sepanjang profil tesebut bersinggungan (tangent) dan kurva tertutup.


1. Untuk latihan kali ini, kita memerlukan part berupa Cam dan Follower nya.


2. Kita membuat Cam dengan profil sederhana seperti sketch di bawah ini.



3. Lalu di extrude, Save part.



4. Part kedua yang kita buat adalah followernya, buat profil sederhana seperti di bawah ini.



5. Lalu di extrude, Save part.



6. File > New > assembly .


7. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part Cam, lalu geser mouse ke bidang gambar (graphics area).



8. Klik kanan part Cam, lalu pilih Float, karena kita akan mendefinisikan ulang semua mate untuk Cam tersebut.



9. Aktifkan temporary axis, klik View . TemporaryAxis.



10. Klik ikon mate , Mate Propertymanager akan muncul.


11. Mate pertama menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi depan Cam dengan bidang (plane) Front. Klik OK



12. Mate kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Cam dengan bidang (plane) Top. Klik OK



13. Mate ketiga menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Cam dengan bidang (plane) Right. Klik OK .



14. Setelah itu bisa kita test dengan Rotate Component.



15. Cam akan dapar memutar pada porosnya.



16. Part kedua = Follower, kita masukkan dalam bidang gambar (Graphics area).



17. Mate pertama untuk Follower menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi depan Follower dengan bidang (plane) Front. Klik OK .



18. Mate kedua untuk Follower menggunakan Standard mates = Coincident adalah bidang samping Follower dengan bidang (plane) Right. Klik distance = 4mm (setengah lebar Follower).Flip dimension . Klik OK .



19. Setelah itu bisa kita test dengan Rotate Component.



20. Follower akan dapat bergerak naik turun.



21. Mate terakhir, klik ikon Mate . Mechanical mates > Cam. Di kotak entities to mate, pilih semua permukaan di Cam, Di kotak Cam follower, pilih ujung follower. Klik OK .



22. Penentuan Constraint (mates) sudah selesai, kita bisa mencobanya dengan memutar Cam tersebut. kita test dengan Rotate Component.



23. Selesai.

Thursday, March 25, 2010

Video animasi dari tutorial Gear mate.

Video Animasi:

URL:

http://www.youtube.com/watch?v=gDkq2hUH7pQ

Tutorial SolidWorks: memasangkan roda gigi (Gear)

Memasangkan Roda Gigi

Silakan download Tutorial di sini.
Download part yang digunakan dalam tutorial diatas.


Memasangkan Roda Gigi di SolidWorks

9 Rabi Al Thani 1431.

Dalam Tutorial ini kita akan belajar cara membuat assembly untuk gear (roda gigi) menggunakan mechanical mates = Gear.

1. Untuk latihan kali ini, kita memerlukan part semacam Gear, silakan cari di C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\SolidWorks\SolidWorks 2009\design library\parts\hardware atau download di bagian lain di dalam postingan tutorial ini atau bisa juga cari di Internet

2. Buka Solidworks > File > New > assembly .

3. PropertyManager untuk Insert Component akan muncul, klik kiri part gear, lalu geser mouse ke bidang gambar (graphics area).

4. Klik kanan part gear, lalu pilih Float, karena kita akan mendefinisikan ulang semua mate untuk gear tersebut.

5. Aktifkan temporary axis, klik View . TemporaryAxis.

6. Klik ikon mate , Mate Propertymanager akan muncul.

7. Mate pertama menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping Gear dengan bidang (plane) Front. Klik OK

8. Mate kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Top. Klik OK

9. Mate ketiga menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Right. Klik OK .

10. Setelah itu bisa kita test dengan Rotate Component.

11. Gear akan dapar memutar pada porosnya.

12. Untuk membuat duplicate gear, klik kiri mouse, tekan tombil Ctrl dan tarik mouse ke kanan.

13. Mate pertama untuk gear kedua menggunakan Standard mates = Coincident, adalah sisi samping Gear dengan bidang (plane) Front. Klik OK .

14. Mate kedua untuk gear kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Top. Klik OK .

15. Mate ketiga untuk gear kedua menggunakan Standard mates = Coincident adalah sumbu Gear dengan bidang (plane) Right. Klik distance = 43.2mm. Klik OK .

16. Ubah pandangan menjadi front View.

17. Klik kiri gear kedua, lalu geser keatas kebawah hingga kedua gear bersesuaian.

18. Mate terakhir, klik ikon Mate . Mechanical mates > Gear. Di kotak mate selections, pilih kedua poros gear, dengan ratio 21,6 : 21,6 (1:1). Klik OK .

19. Penentuan Constraint (mates) sudah selesai, kita bisa mencobanya dengan memutar gear tersebut. kita test dengan Rotate Component.

20. Pada Rotate Component Propertymanager, kita aktifkan Collision Detection & Stop at Collision.

21. Selesai.

Monday, February 8, 2010

Membuat Spring/Pegas di Solidworks 2009

Silakan download file PDF di sini.
Tutorial revisi 2

kutipan teks selengkapnya:

Dalam tutorial sederhana ini kita akan belajar cara membuat Spring/Pegas di SolidWorks 2009. Untuk membuat sebuah pegas, kita bisa menggunakan tool Sweep. Sweep digunakan untuk membuat bentuk pejal dengan menggerakkan sebuah penampang (Profile) sepanjang lintasan (Path). Sweep yang dibuat bisa berupa Base, Boss, Cut atau Surface. Untuk membuat pegas kita menggunakan Swept Boss/Base , Profile nya berupa lingkaran (Circle) dan path nya berupa Helix and Spiral

Untuk membuat Path berupa Helix :
1. Buka Sketch dan buat sebuah sketch berupa lingkaran (circle). Diameter lingkaran ini akan menentukan diameter dari helix.
• Klik Top Plane
• Klik tab Sketch di CommandManager
• Klik ikon Circle
• Dengan Smart Dimension buat ukuran yang dikehendaki

• Keluar dari Sketch
2. Klik Tab Features di CommandManager, pilih ikon Helix and Spiral

• Saat diminta memilih Plane/Sketch, pilih Sketch1

• Property Manager dari Helix/Spiral, dengan pilihan Pitch and Revolution, jumlah putaran (Revolutions) = 4, jarak (Pitch) = 2mm, Start angle = 0deg. Klik OK untuk menutup property Manager

Untuk membuat Profile berupa lingkaran :
• Klik Right Plane
• Klik tab Sketch di CommandManager
• Klik ikon Circle
• Dengan Smart Dimension buat ukuran yang dikehendaki

• Keluar dari Sketch
Setelah Path berupa Helix dan Profile berupa lingkaran selesai, kita akan membuat pegas dengan tool Swept Boss/Base .
• Klik Tab Features di CommandManager, pilih ikon Swept Boss/Base .
• Akan keluar Sweep Property Manager. Untuk Profile pilih Sketch lingkaran, untuk Path pilih Helix. Klik OK untuk menutup property Manager

• Hasilnya sebagai berikut

Terdapat beberapa pilihan lain untuk mengedit bentuk pegas dengan cara Edit Feature dari Helix/Spiral.

Membuat pegas dengan Variable Pitch.

Dengan hasil sebagai berikut:

Membuat pegas dengan bentuk tirus (Taper Helix)

Dengan hasil sebagai berikut:

Beberapa parameter lain yang bisa dicoba
• Height and Revolution
• Height and Pitch
• Spiral

---oo00oo---