Friday, August 19, 2011

Kisah sukses Pak Ali, pemilik bengkel milling (freis) di Bekasi.

Pada awalnya Pak Ali hanya mengerjakan pesanan dari customer dengan mesin-mesin conventional, seperti mesin bubut (lathe) dan mesin freis (milling) konventional.









Suatu saat Pak Ali mendapat pesanan komponen dari salah satu perusahaan elektronik, pesanan/order tersebut dalam jumlah banyak karena bersifat mass product. Pak Ali harus mengerjakan order tersebut dengan mesin CNC, karena jika dikerjakan dengan mesin conventional, kualitas komponen tersebut akan bervariasi dan waktu pengerjaan yang lama, atas pertimbangan tersebut Pak Ali memutuskan untuk membeli Mesin CNC bekas.









Setelah Pak Ali mendapat mesin CNC bekas, masalah berikutnya adalah bagaimana pemprograman numerical control (NC) untuk Mesin CNC tersebut? Jika Pak Ali mempekerjakan seorang Programer CNC, rasakan tidak akan ekonomis karena pesanan / order tidak datang setiap saat. Pekerjaan programmer CNC tidak kontinyu, setelah program selesai, hanya operator CNC yang akan menjalankan mesin tersebut.









Pak Ali bisa menghemat anggaran untuk menggaji pegawai jika ia bisa mempekerjakan hanya satu operator CNC, dan untuk program CNC, ia mencari tenaga outsourcing untuk mengerjakan pemprograman CNC untuk order design tersebut. Pak Ali mencari tenaga oursourcing yang bisa mengerjakan design dari gambar 2D, lalu CAD 3D dan CAM yang hasil akhirnya adalah numerical control (NC) CNC. Singkat cerita, melalui blog ini , akhirnya Pak Ali menghubungi saya (Mechanical Design Studio) untuk mengerjakan program CNC untuk order tersebut.









Pak Ali mengirim gambar 2D berupa komponen bearing bracket*), seperti dibawah ini:











Setelah mendapat gambar 2D, lalu saya menghitung biaya design untuk pembuatan part 3D hingga numerical control. Setelah dihitung, biaya design untuk order tersebut adalah Rp 300.000,- **). Biaya design sudah termasuk biaya revisi.









Setelah biaya design yang diajukan oleh contractor di setujui oleh employer (Pak Ali), design 3D segera dibuat hingga selesai, seperti gambar di bawah ini:










Setelah model 3D selesai, berlanjut pada diskusi untuk menentukan:









  1. Jenis Material




  2. ukuran raw material / Stock




  3. jenis dan ukuran cutter milling / tool yang digunakan.




  4. feeding speed dan spindle speed








Hasil dari CAM file seperti gambar di bawah ini:




Untuk Proses verifikasi seperti gambar di bawah ini:













Hasil akhir verifikasi:


















Hasil Numerical Control:



















Hingga baris terakhir:
































Akhir kata, Pak Ali mendapat banyak keuntungan dengan menggunakan design outsourcing. Hanya dengan biaya design Rp 300.000,-**), Pak Ali sudah dapat mengerjakan pesanan part dari perusahaan elektronik.









Jika Bapak /Ibu juga seorang pengusaha bengkel milling (freis) atau lathe (bubut), kami akan sangat senang jika bisa membantu Bapak / Ibu mendapatkan kisah sukses seperti Pak Ali di atas, jika competitor Bapak / Ibu sudah menggunakan system yang efisien untuk mendesign dan memproduksi komponen / part dengan mesin CNC, kenapa Bapak / Ibu masih berkutat dengan mesin conventional?









Kami berharap Bapak / Ibu pengusaha bengkel milling (freis) atau lathe (bubut) tertarik dengan solusi yang kami tawarkan, kami dapat di hubungi melalui email di : agus.fikri@gmail.com









*) semua design, termasuk bentuk dan ukuran hanya untuk keperluan promosi, tidak ada hak cipta atau perjanjian kerahasiaan (NDA) dari salah satu client yang melekat pada design ini.





**) ekuivalen dengan 12 jam kerja.





1 comment:

Arifin said...

dari 2D ke 3D ane dah lumyan bisa nich kl gmbr ini..tp ni postingan manteep gan.. dah aku follow.. follow balik yach please..!!!